Kamis 02 Mar 2023 16:18 WIB

Ingatkan Plt Bupati Bogor, Persis: Sumpah Bukan dengan Injak Alquran

Persis mengingatkan sumpah dengan injak Alquran bisa dianggap penistaan

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Pelaksana Tugas Bupati Bogor, Iwan Setiawan. Persis mengingatkan Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan bahwa sumpah dengan injak Alquran bisa dianggap penistaan
Foto: Dok Pemkab Bogor
Pelaksana Tugas Bupati Bogor, Iwan Setiawan. Persis mengingatkan Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan bahwa sumpah dengan injak Alquran bisa dianggap penistaan

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Persatuan Islam (Persis) meminta Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan agar lebih berhati-hati dalam berucap, apalagi bersumpah dengan membawa-bawa kitab suci Alquran. 

Baca Juga

 

Menurut dia, pernyataan Plt Bupati Bogor itu bisa saja masuk dalam kategori penghinaan. “Ketahuilah bahwa perbuatan menginjak Alquran dapat masuk kategori penghinaan dan penodaan agama yang berakibat fatal,” kata Ketua Bidang Dakwah PP Persis, KH Uus Muhamad Ruhiyat dalam keterangan tertulis, Kamis (2/3/2023). 

 

Kiai Uus memahami, bahwa maksud sumpah yang dilontarkan Plt Bupati Bogor adalah untuk menekankan pernyataannya bahwa dia tidak melakukan praktik jual beli jabatan. Dengan sumpah tersebut, menurut Uus, Iwan berharap agar masyarakat Bogor percaya. 

 

Hanya saja, untuk membuktikan itu, menurut Kiai Uus, tidaklah perlu sampai bersumpah menginjak Alquran. Bahkan Islam pun sudah mengajarkan bagaimana caranya bersumpah yang baik menurut syariat Islam. 

 

“Bapak Bupati Bogor berkehendak bahwa dirinya amat sangat ingin dipercaya publik  bahwa dirinya tidak terlibat dalam jual beli jabatan. Untuk membuktikan hal tersebut tentu tidak patut menantang menginjak Alquran, tetapi dalam ajaran Islam ada cara lain yaitu dengan cara bersumpah yang sesuai dengan syariat Islam. Dan yang menuduhnya harus memberi bukti yang akurat dan valid,” kata Kiai Uus. 

 

Cara bersumpah yang sesuai syariat Islam itu, bisa dilakukan dengan menggunakan tiga huruf qasam (sumpah), yakni Ta, Ba, dan Wa. “Cukup mengucapkan wallahi dan konsekuensi dari kata itu sangat berat,” kata Kiai Uus. 

Baca juga: Perang Mahadahsyat akan Terjadi Jelang Turunnya Nabi Isa Pertanda Kiamat Besar? 

 

Iwan sendiri telah menyampaikan permohonan maafnya melalui akun media sosial pribadinya di Instagram, atas kekeliruan ucapannya itu. Bahwa dirinya tidak bermaksud benar-benar, merendahkan kitab suci Alquran. 

 

“Dari hati yang paling dalam dan tulus sebagai rasa penyesalan atas kekhilafan dan kebodohan saya atas ucapan tersebut, pada kesempatan ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam yang ada di lingkungan kabupaten bogor dan di Indonesia, Demi Allah, saya tidak ada niatan sama sekali untuk melecehkan Alquran, sebagai pedoman hidup saya dan seluruh umat Islam,” kata Iwan.   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement