Jumat 10 Mar 2023 16:54 WIB

Jadi Presiden Ketiga Kalinya, Putin Ucapkan Selamat ke Xi Jinping

Putin memuji hubungan Rusia dan Cina yang semakin kuat di berbagai bidang

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Presiden Rusia Vladimir Putin pada mengucapkan selamat kepada Xi Jinping atas masa jabatan ketiganya sebagai pemimpin Cina, Jumat (10/3/2023). Putin memuji hubungan Rusia dan Cina yang semakin kuat di berbagai bidang.
Foto: Kremlin Pool Photo via AP File
Presiden Rusia Vladimir Putin pada mengucapkan selamat kepada Xi Jinping atas masa jabatan ketiganya sebagai pemimpin Cina, Jumat (10/3/2023). Putin memuji hubungan Rusia dan Cina yang semakin kuat di berbagai bidang.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin pada mengucapkan selamat kepada Xi Jinping atas masa jabatan ketiganya sebagai pemimpin Cina, Jumat (10/3/2023). Putin memuji hubungan Rusia dan Cina yang semakin kuat di berbagai bidang.

"Kepada sahabat, terimalah ucapan selamat yang tulus," kata Putin Jumat (10/3/2023), dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kremlin. "Rusia sangat menghargai kontribusi pribadi Anda terhadap penguatan hubungan... dan kerja sama strategis antara negara kita".

Xi diangkat sebagai Presiden Cina untuk masa jabatan ketiga pada hari Jumat. Hal ini membuatnya menjadi pemimpin paling kuat di negeri tirai bambu itu dalam beberapa generasi.

Penunjukan jabatan ketiga kalinya ini diputuskan oleh Kongres Rakyat Nasional (NPC) Cina, setelah Xi kembali memimpin Partai Komunis Cina (PKC) dalam lima tahun mendatang yang diputuskan pada Oktober 2022 lalu.

Sejak itu, Xi yang berusia 69 tahun menghadapi kritik yang meluas atas kebijakan nol-Covid-nya dan jumlah kematian yang cukup banyak setelah kebijakan itu ditinggalkan. Persoalan itu telah diantisipasi Kongres Rakyat Nasional minggu ini, dalam sebuah acara yang dirancang dengan hati-hati yang juga akan menunjuk sekutu Xi, Li Qiang, sebagai perdana menteri baru.

Pada hari Jumat, para delegasi menyerahkan masa jabatan ketiga Xi sebagai presiden Cina dan memilihnya kembali sebagai kepala Komisi Militer Pusat negara itu dengan suara bulat.

Aula Besar Rakyat Beijing, sebuah gedung perwakilan rakyat negara yang sangat besar di tepi Lapangan Tiananmen, dihiasi dengan karpet merah tua dan spanduk untuk pemungutan suara diiringi dengan band militer sebagai musik latar.

Sebuah monitor digital di tepi panggung mengumumkan penghitungan akhir, dimana semua perwakilan sebanyak 2.952 suara telah diberikan untuk memberi Xi masa jabatan lagi lima tahun kedepan. Pengumuman itu diikuti oleh pernyataan kesetiaan yang kuat oleh para delegasi kepada konstitusi Cina dalam demonstrasi kesetiaan dan kebulatan suara.

Xi mengangkat tangan kanannya dan meletakkan tangan kirinya di atas salinan kulit merah konstitusi Cina. “Saya bersumpah akan setia pada konstitusi Republik Rakyat Cina, menjunjung tinggi wibawa konstitusi, menjalankan kewajiban undang-undang, setia kepada ibu pertiwi, setia kepada rakyat,” ujarnya mengucapkan janji, seraya akan menunaikan tugasnya dengan jujur ​​dan kerja keras.

Dalam sumpah pengangkatan itu, telah disiarkan langsung di televisi di seluruh negeri, dimana Xi memastikan akan tetap membangun negara Cina yang sosialis modern, makmur, kuat, demokratis, beradab, harmonis, dan hebat.

Terpilihnya kembali Xi adalah puncak dari kebangkitan yang luar biasa di mana ia telah beralih dari aparatus partai yang relatif kurang dikenal menjadi pemimpin kekuatan global yang semakin naik daun.

Pengangkatannya membuat Xi menjadi presiden komunis Cina yang paling lama menjabat, dan berarti Xi dapat memerintah hingga usia tujuh puluhan tahun, jika tidak ada calon penantang lain yang muncul.

Adrian Geiges, salah satu penulis "Xi Jinping: Orang Paling Kuat di Dunia", mengatakan kepada AFP bahwa menurutnya Xi tidak termotivasi oleh keinginan untuk memperkaya diri sendiri.

"Dia benar-benar memiliki visi tentang Cina, dia ingin melihat Cina sebagai negara paling kuat di dunia."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement