Senin 13 Mar 2023 14:02 WIB

Kelompok Bersenjata di Utara Nigeria Tewaskan Sedikitnya 16 Warga Sipil

Pihak berwenang memberlakukan jam malam setelah aksi penyerangan kelompok bersenjata.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Kelompok bersenjata di Nigeria  (ilustrasi).
Foto: PressTv
Kelompok bersenjata di Nigeria (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Pemerintah Nigeria mengatakan, kelompok bersenjata yang berada di Utara negaranya, telah menewaskan sedikitnya 16 orang warga sipil. Pihak pemerintah menyebutkan, serangan itu dilancarkan di barat laut Nigeria, pada Ahad (12/3/2023).

Para penyerang menyerbu Area Pemerintah Daerah Zangon Kataf di negara bagian Kaduna. Mereka menyerang dengan melepaskan tembakan kepada warga sipil, pada Sabtu. "Serangan itu terjadi setelah sebelumnya terlibat konfrontasi dengan polisi di sebuah pos pemeriksaan," kata juru bicara pemerintah setempat Yabo Ephraim, kepada The Associated Press, Senin (13/3/2023).

Baca Juga

Setelah aksi serangan brutal tersebut, pihak berwenang memberlakukan jam malam di daerah tersebut. Diketahui kelompok penyerang adalah bagian dari etnis Fulani. Mereka adalah kelompok penggembala ternak, dimana kebanyakan mereka hidup sebagai nomaden.

"Namun mereka telah terlibat dalam konflik panjang dengan petani atas akses terbatas ke air dan tanah," kata Ephraim.

Sebelum penembakan, sempat terjadi perkelahian antara beberapa penduduk desa dan sekelompok kecil pria Fulani. Namun mereka yang terakhir meninggalkan tempat kejadian dan kemudian kembali dalam jumlah yang lebih besar dengan senjata dan parang, kata juru bicara pemerintah.

“Mereka menduduki secara strategis di tempat-tempat tertentu dan mulai melepaskan tembakan ke masyarakat. Kelompok ini mengejar masyarakat bahkan sampai ke rumah mereka. Di mana pun Anda bersembunyi, mereka akan menembak Anda,” tambah Efraim.

Serangan semacam itu tidak jarang terjadi di Nigeria, terutama di bagian utara negara yang paling terpukul dalam konflik suku dan agama. Konflik pastoral telah berkembang menjadi berbagai kelompok bersenjata yang melakukan tindakan kekerasan, menentang tindakan pemerintah dan keamanan selama bertahun-tahun.

Pada Ahad, anak muda di komunitas Ungwan Wakili, tempat terjadinya serangan pada hari Sabtu, memprotes pembunuhan tersebut dan menuduh tentara Nigeria gagal menghentikan kekerasan, meskipun berada di daerah tersebut pada saat itu.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement