Ahad 19 Mar 2023 17:53 WIB

Tak Tanggapi Perintah Penangkapan yang Dikeluarkan ICC, Putin Kunjungi Kota Mariupol

Mariupol merupakan wilayah yang diduduki Rusia di Donbas, Ukraina.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Reiny Dwinanda
Dalam foto yang diambil dari video keluaran TV Pool Rusia pada Ahad (19/3/2023), 2023, Presiden Vladimir Putin (kanan) didampingi Wakil Perdana Menteri Marat Khusnullin mengunjungi Mariupol di wilayah yang diduduki Rusia di Donetsk, Ukraina. Perjalanan Putin ke Krime merupakan bagian dari peringatan sembilan tahun aneksasi Semenanjung Laut Hitam dari Ukraina.
Foto: Pool Photo via AP
Dalam foto yang diambil dari video keluaran TV Pool Rusia pada Ahad (19/3/2023), 2023, Presiden Vladimir Putin (kanan) didampingi Wakil Perdana Menteri Marat Khusnullin mengunjungi Mariupol di wilayah yang diduduki Rusia di Donetsk, Ukraina. Perjalanan Putin ke Krime merupakan bagian dari peringatan sembilan tahun aneksasi Semenanjung Laut Hitam dari Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID,  MOSKOW -- Presiden Vladimir Putin melakukan kunjungan yang mengejutkan ke kota pelabuhan Mariupol pada akhir pekan. Ini adalah perjalanan pertama pemimpin Kremlin ke wilayah yang diduduki Rusia di wilayah Donbas, Ukraina sejak konflik dimulai.

Kunjungan itu dilakukan setelah Putin melakukan perjalanan ke Krimea pada Sabtu (18/3/2023). Itu merupakan sebuah kunjungan mendadak untuk menandai sembilan tahun pencaplokan semenanjung Rusia dari Ukraina.

Baca Juga

Kunjungan Putin itu berlangsung dua hari setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin Rusia tersebut. Putin belum mengomentari surat perintah ICC secara terbuka, tetapi perjalanannya ke wilayah Ukraina yang diklaim oleh Rusia dilihat oleh beberapa pengamat sebagai tindakan pembangkangan.

Mariupol jatuh ke tangan Rusia pada Mei setelah mengalami salah satu pertempuran perang terpanjang dan paling berdarah. Jatuhnya Mariupol menandai kemenangan besar pertama Rusia setelah gagal merebut Kiev.

Di distrik Nevsky Mariupol, Putin mengunjungi sebuah keluarga di rumah mereka. Lingkungan perumahan baru telah dibangun oleh militer Rusia di Mariupol, dan warga pertama pindah ke kota itu pada September 2022 lalu.

"Warga telah aktif kembali," kata Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin, yang menemani Putin, seperti dikutip oleh lembaga Rusia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement