Selasa 21 Mar 2023 13:27 WIB

Turki dan Mesir Sepakat Maksimalkan Hubungan Diplomatik

Hubungan diplomatik Turki dan Mesir terhenti setelah kudeta militer 2013 di Mesir

Ankara dan Kairo sepakat untuk memaksimalkan hubungan diplomatik yang terhenti setelah kudeta militer 2013 di Mesir
Ankara dan Kairo sepakat untuk memaksimalkan hubungan diplomatik yang terhenti setelah kudeta militer 2013 di Mesir

REPUBLIKA.CO.ID., ANKARA -- Ankara dan Kairo sepakat untuk memaksimalkan hubungan diplomatik yang terhenti setelah kudeta militer 2013 di Mesir, menurut menteri luar negeri Turki.

“Kami sepakat untuk memaksimalkan hubungan diplomatik. Kami telah mengevaluasi langkah-langkah apa yang akan kami ambil dalam proses selanjutnya,“ ujar Cavusoglu.

“Saya mengundang dia (Menlu Mesir Sameh Shoukry) ke Ankara. Saya mengatakan bahwa saya ingin menjamu dia, terutama selama bulan Ramadhan," lanjut dia kepada wartawan.

Pernyataan Cavusoglu muncul setelah dia bertemu dengan Shoukry di ibu kota Kairo pada Sabtu, di mana kedua menteri membahas hubungan bilateral dan masalah regional dan internasional. Hubungan diplomatik antara Turki dan Mesir berada dimana kedua belah pihak saling menuduh sejak kudeta militer Mesir 2013 yang menggulingkan mendiang Presiden Mohammed Morsi.

Cavusoglu adalah menteri luar negeri Turki pertama yang mengunjungi Mesir dalam 11 tahun. Tentang penunjukan duta besar, Cavusoglu menjelaskan bahwa jika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rekanannya dari Mesir Abdel Fattah al-Sisi berkumpul, mereka akan mengumumkannya.

"Kami mengharapkan pengumuman tingkat tertinggi. Jika pertemuan (presiden) ditunda setelah pemilihan (di Turki), kami akan berkonsultasi lagi. Kami akan segera memutuskannya. Tetapi kami telah mengumumkan pada konferensi pers bahwa kami telah memulai proses ini," tambah dia.

Setelah gempa 6 Februari di Turkiye, Shoukry mengunjungi provinsi Adana dan Mersin yang dilanda gempa, dan merupakan kunjungan pertama menteri luar negeri Mesir dalam lebih dari satu dekade. Sementara itu, al-Sisi termasuk di antara para pemimpin yang melakukan panggilan telepon dengan Erdogan setelah gempa bumi, menyampaikan belasungkawa kepada para korban gempa.

Hubungan bilateral

Cavusoglu mengatakan mereka telah membahas cara untuk mengembangkan hubungan bilateral dan membahas masalah yang ada serta masalah yang harus diatasi.

“Kami bertukar pikiran, terutama masalah regional. Kemudian kami mengadakan pertemuan antar delegasi dan membahas semuanya. Dengan kata lain, kami menyentuh semua hal mulai dari energi, perkapalan, transportasi ke perusahaan kami, dan investasi di sini,” tambah dia.

Selain itu, mereka juga membahas topik yang berkaitan dengan energi, logistik, pendidikan, dan budaya.

Mengingat bahwa pihak Mesir ingin perusahaan Turki meningkatkan investasi mereka di Mesir, Cavusoglu mengatakan volume perdagangan bilateral saat ini mendekati 10 miliar dolar.

“Kami ingin membuat perjanjian LNG jangka panjang. Karena berkat terminal LNG kami, saat ini kami mengekspor gas ke negara-negara Eropa Tenggara dan negara-negara Balkan. Oleh karena itu, gas Mesir dapat diekspor ke negara ketiga melalui Turkiye,” lanjut dia.

Dalam pembicaraan tersebut, pihak Turki juga mengusulkan untuk membentuk mekanisme JETCO (Joint Economic and Trade Commission) antara kedua negara sebagaimana pertemuan terakhir diadakan pada tahun 1996.

“Di sisi lain, kami memutuskan untuk memperluas kerja sama kami, terutama dalam energi terbarukan dan energi matahari,” tambah Cavusoglu.

Menteri luar negeri Turki lebih lanjut mengatakan mereka telah "secara terbuka dan jelas" bertukar pandangan tentang masalah-masalah regional.

Mengutip perselisihan regional bilateral antara Mesir dan Ethiopia atas bendungan Ethiopia yang dapat membatasi bagian Mesir dari perairan Sungai Nil, Turkiye mengajukan menjadi mediator karena memiliki hubungan baik dengan Ethiopia dan Sudan.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/menlu-turkiye-ankara-kairo-sepakat-maksimalkan-hubungan-diplomatik/2850795
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement