Sabtu 25 Mar 2023 07:47 WIB

Tak Perlu Izin Militer Israel, Jumat Pertama Ramadhan Al Aqsa Dipenuhi Jamaah

Pasukan keamanan Israel bersiaga tinggi, polisi mengerahkan ribuan personel.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ferry kisihandi
Polisi Israel menjaga lorong-lorong kota tua Yerusalem saat jamaah Palestina keluar dari Masjid Al-Aqsa setelah shalat taraweh pertama di bulan suci Ramadhan, di Yerusalem, Kamis (23/3/2023).
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
Polisi Israel menjaga lorong-lorong kota tua Yerusalem saat jamaah Palestina keluar dari Masjid Al-Aqsa setelah shalat taraweh pertama di bulan suci Ramadhan, di Yerusalem, Kamis (23/3/2023).

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Jamaah berbondong-bondong ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Jumat (24/3/2023). Pelaksanaan shalat Jumat pertama Ramadhan tahun ini berlangsung  damai di tengah keamanan yang ketat.

Muslim Waqf, yang mengelola situs yang menaungi Masjid Al Aqsa mengatakan, sekitar 100 ribu orang datang untuk shalat Jumat pertama Ramadhan. Menjelang pelaksanaan shalat, jamaah berdiri dengan bahu saling bersentuhan, memadati kompleks tersebut.

"Saya tak bisa menjelaskan betapa bahagianya shalat di Masjid Al Aqsa. Saya berusia 50 tahun dan mereka baru saja mencabut larangan keamanan yang mencegah saya datang ke sini,” kata Nasser Abu Saleh, warga Kota Hebron, Tepi Barat

Kompleks masjid memiliki sejarah panjang konfrontasi, termasuk insiden pada 2021 yang memicu perang 10 hari antara Israel dengan Hamas. Namun kali ini, jamaah berduyun-duyun ke masjid yang terletak di Kota Tua Yerusalem.

Kedatangan jamaah ini setelah Israel mengumumkan pada Senin (20/3/2023), mereka akan mengizinkan masuk area Masjid Al Aqsa tanpa perlu izin militer. Ini berlaku bagi pria Palestina di atas 55 tahun, perempuan dari segala usia, dan anak-anak di bawah 12 tahun.

Pasukan keamanan Israel bersiaga tinggi dan polisi mengerahkan ribuan personel di seluruh Yerusalem pada Jumat.  Bulan suci Ramadhan di Israel dan wilayah Palestina dimulai pada Kamis (23/3/2023).

Pada tahun ini bertepatan dengan Passover dan Paskah  sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang terulangnya bentrokan kekerasan antara polisi Israel dan Palestina yang terlihat di tahun-tahun sebelumnya.

Pejabat Israel dan Palestina membuat komitmen mengurangi kekerasan, pada pertemuan di resor Mesir, Sharm el-Sheikh pada akhir pekan lalu. Tepi Barat telah mengalami gelombang konfrontasi dalam beberapa bulan terakhir.

 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement