Sabtu 25 Mar 2023 15:33 WIB

Amerika Serikat Buktikan Balas Dendam, Serangan Drone Targetkan 11 Pejuang Iran di Suriah

Amerika Serikat menuduh Iran di balik serangan mematikan di Suriah

Rep: Amri Amrullah / Red: Nashih Nashrullah
Pesawat tanpa awak (Drone) Angkatan Udara AS (Ilustrasi).  Kantor berita SANA milik pemerintah Suriah tidak segera mengakui adanya serangan balasan Amerika Serikat ini. Dan misi Suriah untuk PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar. Juga tidak ada reaksi segera dari Iran atas serangan itu.  Dua dari tentara Amerika Serikat yang terluka dirawat di pangkalan di Suriah sementara tiga tentara Amerika Serikat lainnya yang terluka dan kontraktor Amerika Serikat dievakuasi ke fasilitas medis koalisi di Irak, kata departemen pertahanan.   Serangan itu terjadi hanya beberapa minggu setelah jenderal top Amerika Serikat, Mark Milley, mengunjungi Suriah timur laut untuk menilai misi melawan ISIL dan risiko terhadap pasukan Amerika Serikat.  Jumlah korban dari serangan pesawat tak berawak hari Kamis sangat tidak biasa, meskipun upaya serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di Suriah agak umum terjadi.  Jenderal Erik Kurilla, yang mengawasi pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai kepala Komando Pusat, mengatakan pasukan Amerika Serikat telah diserang oleh kelompok yang didukung Iran sekitar 78 kali sejak awal 2021.  Kurilla, yang bersaksi di Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada Kamis pagi, memperingatkan tentang armada pesawat tak berawak Iran.  “Rezim Iran sekarang memiliki kekuatan kendaraan udara tak berawak terbesar dan paling mampu di kawasan itu,” katanya.  Tiga drone menargetkan pangkalan Amerika Serikat pada Januari di wilayah Al-Tanf Suriah.   Militer Amerika Serikat mengatakan dua dari UAV ditembak jatuh sementara drone yang tersisa menghantam kompleks tersebut, melukai dua anggota pasukan Tentara Pembebasan Suriah – bagian dari koalisi anti-ISIS.   Pejabat Amerika Serikat yakin serangan drone dan roket terhadap pasukannya diarahkan milisi yang didukung Iran di Suriah.   
Foto:

Kantor berita SANA milik pemerintah Suriah tidak segera mengakui adanya serangan balasan Amerika Serikat ini. Dan misi Suriah untuk PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar. Juga tidak ada reaksi segera dari Iran atas serangan itu.

Dua dari tentara Amerika Serikat yang terluka dirawat di pangkalan di Suriah sementara tiga tentara Amerika Serikat lainnya yang terluka dan kontraktor Amerika Serikat dievakuasi ke fasilitas medis koalisi di Irak, kata departemen pertahanan. 

Serangan itu terjadi hanya beberapa minggu setelah jenderal top Amerika Serikat, Mark Milley, mengunjungi Suriah timur laut untuk menilai misi melawan ISIL dan risiko terhadap pasukan Amerika Serikat.

Jumlah korban dari serangan pesawat tak berawak hari Kamis sangat tidak biasa, meskipun upaya serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di Suriah agak umum terjadi.

Jenderal Erik Kurilla, yang mengawasi pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai kepala Komando Pusat, mengatakan pasukan Amerika Serikat telah diserang oleh kelompok yang didukung Iran sekitar 78 kali sejak awal 2021.

Kurilla, yang bersaksi di Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada Kamis pagi, memperingatkan tentang armada pesawat tak berawak Iran.

“Rezim Iran sekarang memiliki kekuatan kendaraan udara tak berawak terbesar dan paling mampu di kawasan itu,” katanya.

Tiga drone menargetkan pangkalan Amerika Serikat pada Januari di wilayah Al-Tanf Suriah. 

Militer Amerika Serikat mengatakan dua dari UAV ditembak jatuh sementara drone yang tersisa menghantam kompleks tersebut, melukai dua anggota pasukan Tentara Pembebasan Suriah – bagian dari koalisi anti-ISIS. 

 

Pejabat Amerika Serikat yakin serangan drone dan roket terhadap pasukannya diarahkan milisi yang didukung Iran di Suriah.    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement