Sabtu 01 Apr 2023 20:09 WIB

China Desak Negara-Negara Besar Tarik Senjata Nuklir di Luar Negeri

China berkomitmen kuat pada strategi pertahanan nuklir.

Seorang penjaga keamanan yang mengenakan masker berdiri di dekat bendera China di depan sebuah toko di jalan perbelanjaan pejalan kaki di Beijing, Kamis, 10 Oktober 2019. 6 Oktober 2022. China meminta negara-negara besar untuk menarik senjata nuklir yang mereka tempatkan di luar negeri.
Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein
Seorang penjaga keamanan yang mengenakan masker berdiri di dekat bendera China di depan sebuah toko di jalan perbelanjaan pejalan kaki di Beijing, Kamis, 10 Oktober 2019. 6 Oktober 2022. China meminta negara-negara besar untuk menarik senjata nuklir yang mereka tempatkan di luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- China meminta negara-negara besar untuk menarik senjata nuklir yang mereka tempatkan di luar negeri. Mereka juga dimint membatalkan perjanjian dengan negara-negara yang ditempati untuk mengurangi risiko perang nuklir.

"Kami menyerukan penghapusan pengaturan pembagian nuklir dan menganjurkan tidak ada penyebaran senjata nuklir di luar negeri oleh semua negara pemilik senjata nuklir dan penarikan senjata nuklir yang dikerahkan di atas kapal," kata Wakil Perwakilan Tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Geng Shuang dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Jumat (31/3/2023).

Baca Juga

Geng menegaskan bahwa China berkomitmen kuat pada strategi pertahanan nuklir dan telah menjunjung tinggi janji untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu kapan pun dan dalam keadaan apa pun.

Mengenai perang yang sedang berlangsung di Ukraina, dia mendesak masyarakat internasional untuk memainkan perannya dalam mempromosikan pembicaraan damai dan menciptakan kondisi untuk dimulainya kembali negosiasi lebih awal, karena itu adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Semua pihak harus tetap rasional dan menahan diri, menghindari ketegangan yang semakin parah, mengurangi gesekan, menghentikan semua tindakan yang berkontribusi untuk memperpanjang perang, dan mencegah krisis semakin memburuk atau bahkan lepas kendali," kata Geng.

Dia meyakinkan Dewan Keamanan PBB bahwa Beijing akan terus memainkan peran konstruktif dalam mengusahakan gencatan senjata dan memulihkan perdamaian di wilayah tersebut.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement