Senin 03 Apr 2023 15:46 WIB

Pakistan Bantah Punya Hubungan Dagang dengan Israel

Pakistan secara resmi mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
Ekspor-impor (ilustrasi)
Ekspor-impor (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pakistan membantah memiliki hubungan perdagangan dengan Israel. Bantahan itu disampaikan setelah cicitan Fishel Benkhald, seorang Yahudi Pakistan yang berbasis di Karachi, viral karena menyebut berhasil mengekspor makanan ke Israel. 

Kementerian Perdagangan Pakistan mengatakan, rumor tentang perdagangan bilateral dengan Israel adalah propaganda belaka. “Kami tidak memiliki hubungan dagang dengan Israel dan kami juga tidak berniat mengembangkannya,” katanya dalam sebuah pernyataan, Ahad (2/4/2023).

Baca Juga

Menurut Kementerian Perdagangan Pakistan, Benkhald mengirim sampel makanan ke tiga pengusaha di Yerusalem dan Haifa via Uni Emirat Arab (UEA). Menurut mereka, pengiriman tersebut tidak didukung oleh Pemerintah Pakistan dan tidak perbankan atau saluran resmi yang terlibat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Pakistan Mumtaz Zahra Baloch juga membantah kabar tentang adanya perdagangan dengan Israel. Dia menegaskan, Pakistan tidak memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Tel Aviv. “Tidak ada perubahan dalam kebijakan tersebut,” ujarnya.

Pakistan secara resmi mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Islamabad tidak akan mengakui Israel sampai negara Palestina merdeka dengan perbatasan pra-1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Pekan lalu, seorang warga Yahudi Pakistan bernama Fishel Benkhald, viral di Pakistan. Lewat akun Twitter pribadinya, Benkhald mengungkapkan bahwa dia berhasil melakukan pengiriman makanan halal pertamanya ke Israel. 

“Selamat kepada saya sebagai orang Pakistan. Saya mengekspor bagian pertama produk makanan Pakistan ke pasar Israel,” tulisnya.

Benkhald turut membagikan cuplikan video yang menunjukkan kunjungannya ke pasar Israel. Dia berjalan melewati kios-kios dengan wadah berisi kurma, buah kering, dan rempah-rempah dengan label produk dalam bahasa Ibrani. 

“Makanan, perdagangan, musik, dan pariwisata menyatukan orang. Mari membangun jembatan,” kata Benkhald dalam tweet-nya.

Kabar tentang ekspor makanan dari Pakistan ke Israel sempat disambut oleh Kongres Yahudi Amerika. Mereka menyebut, hal itu dapat memiliki implikasi lebih luas bagi perekonomian kedua negara tersebut.

Benkhald merupakan bagian dari komunitas minoritas Yahudi yang kian menyusut di Pakistan. Status agamanya di dokumen nasional Pakistan direvisi dari Islam ke Yudaisme pada 2017. 

Meski sebuah pernyataan di paspornya menyatakan bahwa dokumen itu berlaku untuk melakukan perjalanan ke semua negara kecuali Israel, Benkhald adalah orang Pakistan pertama yang secara resmi melakukan kunjungan ziarah ke Israel dengan izin Islamabad.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement