Ahad 09 Apr 2023 23:15 WIB

Raja Malaysia Mengutuk Keras Serangan Terbaru Rezim Israel

Raja Malaysia menggambarkan tindakan itu sebagai perbuatan keji dan sangat zalim

Masyarakat Palestina harus mengalami kepahitan di bulan suci ramadhan 1444 hijriah. Karena, mereka tidak bisa menjalankan ibadah di Masjid Al-Aqsa akibat ditutup oleh tentara Israel.
Foto: Republika
Masyarakat Palestina harus mengalami kepahitan di bulan suci ramadhan 1444 hijriah. Karena, mereka tidak bisa menjalankan ibadah di Masjid Al-Aqsa akibat ditutup oleh tentara Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHOR BAHRU -- Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah menyampaikan rasa duka cita dan mengutuk keras serangan terbaru yang dilakukan tentara rezim Israel terhadap jemaah Palestina serta menyerbu Masjid Al Aqsa.

Pengawas Rumah Tangga Kerajaan di Istana Negara Mayor Jenderal Datuk Zahari Mohd Ariffin dalam pernyataan media dikeluarkan di Kuala Lumpur, Sabtu (8/4/2023), mengatakan Agong menggambarkan tindakan itu sebagai perbuatan keji dan sangat zalim serta tidak berperikemanusiaan, terlebih terjadi dalam bulan mulia yang seharusnya aman.

Agong mengatakan tindakan tentara rezim Israel itu bukan saja menyalahi undang-undang tetapi juga melanggar hak asasi manusia serta kesucian masjid tersebut.

Selain itu, Al-Sultan Abdullah bertitah bahwa Malaysia dan rakyatnya senantiasa bersolidaritas bersama Palestina serta menyeru rakyat untuk terus memperjuang prinsip keadilan dan sikap saling menghormati di samping menentang setiap bentuk kekerasan dan tirani di antara manusia.

Zahari mengatakan Yang di-Pertuan Agong juga memberikan dukungan terhadap ketetapan pemerintah yang menyeru masyarakat internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), agar rezim Israel bertanggungjawab atas kejahatan keji itu dan segera membebaskan semua rakyat Palestina yang ditahan.

Al-Sultan Abdullah bertitah Malaysia menyokong dan berpegang teguh dengan pendiriannya selama ini bahwa rakyat Palestina berhak mendapat sebuah negara yang merdeka serta berdaulat berdasarkan garis sempadan sebelum 1967 dengan Baitulmaqdis Timur sebagai ibu negara selaras dengan undang-undang dan inisiatif di peringkat internasional.

Zahari mengatakan Raja turut bertitah agar pemerintah memainkan peranan menyeru Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk bersatu padu membantu menangani masalah yang dihadapi oleh Palestina.

Raja Malaysia juga ikut menyerukan seluruh rakyat Malaysia tanpa membedakan bangsa dan agama untuk sama-sama berdoa mengikuti pegangan kepercayaan masing-masing supaya rakyat Palestina dilindungi serta tanah air mereka dibebaskan daripada penjajahan dan penindasan rezim Israel.

"Seri Paduka turut menyeru masjid dan surau di negara ini serta rakyat yang beragama Islam untuk mengadakan shalat sunat hajat serta doa selamat termasuk di kediaman sendiri bagi memohon ihsan daripada Allah SWT untuk memelihara kesejahteraan rakyat Palestina daripada niat jahat rezim Israel," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement