Selasa 11 Apr 2023 07:13 WIB

Pentagon Ungkap Cina Tolak Berhubungan dengan Menhan AS

AS dan Taiwan mengecam latihan militer terbaru yang dilakukan Cina di Selat Taiwan.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Bendera Cina-Amerika. entagon menyatakan pada Senin (10/4/2023), Cina menolak permintaan terlibat dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin dan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley.
Foto: washingtonote
Bendera Cina-Amerika. entagon menyatakan pada Senin (10/4/2023), Cina menolak permintaan terlibat dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin dan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pentagon menyatakan pada Senin (10/4/2023), Cina menolak permintaan terlibat dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin dan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley. Badan pertahanan Washington itu mengatakan, sedang memantau dengan cermat tindakan Beijing

"Garis antara militer kami sangat penting dalam skenario seperti ini, dan kami meminta Beijing untuk melibatkan kami dalam saluran ini," kata asisten menteri pertahanan untuk urusan publik Chris Meagher dikutip dari Anadolu Agency.

Baca Juga

Meagher mengatakan, militer AS terus melakukan operasi rutin di Laut Filipina dengan kelompok kapal induk Nimitz dan Marine Amphibious Ready Group. Dia mencatat, bahwa AS tidak dapat terhalang untuk beroperasi di perairan internasional dan wilayah udara oleh aktivitas Cina.

Cina mengatakan pada Senin, bahwa latihan militer terbaru yang mengelilingi Taiwan adalah peringatan keras untuk pasukan separatis Taiwan dan kolusinya dengan pasukan eksternal. Cina memandang Taiwan merupakan bagian dari daratan, meski Taiwan menyatakan kemerdekan wilayahnya.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengecam latihan Cina terbaru itu. Dia berjanji untuk bekerja dengan AS dan negara-negara yang berpikiran sama dalam menghadapi ekspansi otoriter yang berkelanjutan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement