Selasa 11 Apr 2023 13:08 WIB

Direktur CIA: AS tidak Senang dengan Rekonsiliasi Arab Saudi-Iran

AS merasa frustrasi karena tidak dilibatkan dan merasa dipinggirkan

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
 Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, Menteri Luar Negeri China Qin Gang, tengah, menyaksikan rekannya dari Iran Hossein Amirabdollahian, kiri, dan rekannya dari Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, kanan, menandatangani pernyataan bersama antara Arab Saudi dan Iran, di Beijing, Kamis (6/4/2023). Saingan lama Timur Tengah Iran dan Arab Saudi mengambil langkah signifikan lainnya menuju rekonsiliasi pada Kamis, secara resmi memulihkan hubungan diplomatik setelah keretakan tujuh tahun, menegaskan perlunya stabilitas regional dan setuju untuk mengejar kerja sama ekonomi .
Foto: Ding Lin/Xinhua via AP
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua ini, Menteri Luar Negeri China Qin Gang, tengah, menyaksikan rekannya dari Iran Hossein Amirabdollahian, kiri, dan rekannya dari Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, kanan, menandatangani pernyataan bersama antara Arab Saudi dan Iran, di Beijing, Kamis (6/4/2023). Saingan lama Timur Tengah Iran dan Arab Saudi mengambil langkah signifikan lainnya menuju rekonsiliasi pada Kamis, secara resmi memulihkan hubungan diplomatik setelah keretakan tujuh tahun, menegaskan perlunya stabilitas regional dan setuju untuk mengejar kerja sama ekonomi .

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) mengungkapkan ketidaksenangannya atas rekonsiliasi Arab Saudi dengan Iran baru-baru ini. Hal itu diungkapkan dalam kunjungan mendadak ke Arab Saudi pada pekan ini.

Menurut The Wall Street Journal, yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini, Direktur CIA Bill Burns mengatakan kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam kunjungannya bahwa AS merasa "dibutakan" oleh rekonsiliasi kerajaan dengan Iran dan sekutunya, Suriah.

Baca Juga

Riyadh dan Teheran bulan lalu sepakat untuk menjalin kembali hubungan diplomatik penuh--setelah sekitar delapan tahun memutuskan hubungan--dalam sebuah kesepakatan yang ditengahi Cina. Kesepakatan damai itu dilihat komunitas internasional sebagai pukulan terhadap hegemoni AS di Timur Tengah dan dunia secara luas.

Ada juga indikasi bahwa Arab Saudi sedang bersiap untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Suriah Bashar al-Assad, yang juga bertentangan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, kekhawatiran utama Direktur CIA dan pemerintah AS adalah Washington merasa frustrasi karena tidak dilibatkan dalam perkembangan regional dan merasa dipinggirkan.

Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa seorang pejabat AS mengkonfirmasi bahwa Burns terutama membahas kerja sama intelijen dan kontraterorisme dengan para pejabat Saudi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement