Kamis 13 Apr 2023 12:28 WIB

Prancis Dukung Status Quo Taiwan dan Kebijakan Satu Cina

Posisi Prancis dan Eropa terhadap Taiwan tidak berubah.

Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Foto: Nicolas Asfouri/Pool Photo via AP
Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Prancis Emmanuel Macron

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan posisi Prancis dan negara-negara Eropa tidak berubah dan akan tetap mendukung status quo Taiwan dan kebijakan Satu Cina.

"Eropa harus menjaga kesatuannya soal Cina sesuai dengan otonomi strategisnya," kata Macron dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Amsterdam, Rabu (12/4/2023).

Saat ditanya tentang kunjungannya baru-baru ini ke Cina, Macron menjelaskan bahwa posisi Prancis dan Eropa terhadap Taiwan tidak berubah.

"Kami mendukung status quo (Taiwan). Kebijakan ini tidak berubah, ini tentang Satu Cina dan penyelesaian masalah secara damai," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara pribadi sebetulnya ingin menghindari setiap eskalasi yang mungkin terjadi meskipun ketegangan soal Taiwan terus berlangsung saat ini.

"Kami mempunyai pendekatan masing-masing, tetapi kami memiliki kesamaan pandangan soal Indo-Pasifik," ujar Macron.

"Posisi kami sesuai dengan peran sekutu. Namun, saya menegaskan pentingnya otonomi strategis. Menjadi sekutu bukan berarti menjadi seorang budak. Bukan karena kami sekutu dan melakukan sesuatu bersama, kami tidak memiliki hak untuk memikirkan diri kami sendiri," kata dia menambahkan.

Sebelumnya, setelah kunjungan tiga hari ke Cina, Macron mengatakan kepada harian Prancis Les Echos, bahwa Eropa harus mengurangi ketergantungan terhadap AS terkait kebijakan Cina-Taiwan, yang telah memicu beragam reaksi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement