Senin 17 Apr 2023 22:06 WIB

Jokowi Ingin Pebisnis Jerman Jadikan RI Bagian dari Rantai Pasok Chip

Indonesia siap menjadi mitra pengembangan semi konduktor dan baterai mobil listrik.

Microchip (ilustrasi). Presiden Joko Widodo mengharapkan pelaku bisnis Jerman menjadikan Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok chip global, yang disampaikan dalam Indonesia-Jerman Business Summit pada perhelatan Hannover Messe 2023.
Foto: Pixabay
Microchip (ilustrasi). Presiden Joko Widodo mengharapkan pelaku bisnis Jerman menjadikan Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok chip global, yang disampaikan dalam Indonesia-Jerman Business Summit pada perhelatan Hannover Messe 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, HANNOVER -- Presiden Joko Widodo mengharapkan pelaku bisnis Jerman menjadikan Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok chip global, yang disampaikan dalam Indonesia-Jerman Business Summit pada perhelatan Hannover Messe 2023.

"Indonesia siap menjadi mitra pengembangan industri semi konduktor, dan produksi baterai mobil listrik. Saya mengharapkan dukungan para pebisnis Jerman untuk menjadikan Indonesia bagian dari rantai pasok chip global," kata Jokowi di Hannover, Jerman, Senin (17/4/2023).

Baca Juga

Selain itu, Jokowi juga ingin dukungan Jerman dalam upaya transisi energi yang dilakukan Indonesia, di mana hal itu merupakan komitmen Indonesia untuk mewujudkan dunia yang lebih baik, karena potensi energi baru terbarukan Indonesia sangat besar yakni 434 ribu megawatt.

"Kami membutuhkan dukungan, terutama terkait dengan pembiayaan inovatif, transfer teknologi tinggi, reskilling tenaga kerja," ujar Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi ingin dukungan Jerman dalam hal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). "Ini bukan membangun kota baru dari nol, ini adalah hub baru, yang menghubungkan berbagai fasilitas yang telah ada di kota-kota sekitar," kata Jokowi.

Jokowi menyebut, Nusantara adalah kota pintar dan berkelanjutan dengan 65 persen lahan untuk hutan tropis yang dibangun berdasarkan prinsip energi hijau dan ekonomi hijau. Menurut Jokowi, ada tiga hal yang menjadi prioritas Indonesia, yakni hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah, menjaga keberlanjutan, dan membuka lapangan kerja.

Jokowi menyampaikan, situasi ekonomi dunia saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Prediksi bank dunia, pertumbuhan global berpotensi jatuh ke titik terendah. Tapi, lanjutnya, di tengah ketidakpastian itu, ekonomi Indonesia justru mantap menjadi titik terang, di mana pada 2022 ekonomi Indonesia tumbuh 5,31 persen.

"Dan haru ini saya mengajak Jerman untuk menjadi bagian penting dari kemajuan bersama. Kemitraan bisnis telah lama terjalin bahkan, Siemens membuat jalur telegram pertama di Surabaya, Indonesia," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut, kemitraan Indonesia-Jerman dapat menjadi contoh baik kemitraan Utara-Selatan, yakni kemitraan yang setara, saling menghormati, saling menguntungkan, dan kemitraan tersebut adalah wajah kemitraan masa depan.

"So, please come and invest di banyak sektor yang dapat anda pilih. Dan saya ingin sampaikan, Indonesia will remain a stable and prospective destination for your business. Terimakasih," papar Jokowi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement