Kamis 20 Apr 2023 14:21 WIB

Israel Lockdown Palestina Selama Tiga Hari

Kebijakan lockdown ini diambil untuk perayaan Hari Kemerdekaan Israel.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
 File foto bendera Palestina dicabut dari sebuah gedung oleh otoritas Israel. Israel akan memberlakukan penguncian selama tiga hari di wilayah Palestina mulai Senin (24/4/2023). Tindakan ini diambil untuk perayaan Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan Israel yang berlangsung dari 25 April hingga 26 April.
Foto: AP/Oded Balilty
File foto bendera Palestina dicabut dari sebuah gedung oleh otoritas Israel. Israel akan memberlakukan penguncian selama tiga hari di wilayah Palestina mulai Senin (24/4/2023). Tindakan ini diambil untuk perayaan Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan Israel yang berlangsung dari 25 April hingga 26 April.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Israel akan memberlakukan penguncian selama tiga hari di wilayah Palestina mulai Senin (24/4/2023). Tindakan ini diambil untuk perayaan Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan Israel yang berlangsung dari 25 April hingga 26 April.

Penutupan akan dimulai pada Senin pukul 17:00 dan berlangsung hingga Rabu (26/4/2023) pukul 23:59 waktu setempat. Sebuah pernyataan militer mengatakan penyeberangan perbatasan dengan Jalur Gaza juga akan ditutup. Sedangkan penyeberangan perbatasan akan dibuka kembali tunduk pada penilaian situasional.

Baca Juga

Militer menyatakan dikutip dari Anadolu Agency, pengecualian untuk penutupan akan dibuat untuk kasus kemanusiaan dan kasus luar biasa lainnya. Namun itu akan membutuhkan persetujuan dari penghubung Kementerian Pertahanan untuk Palestina yang dikenal sebagai Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT).

Hari Peringatan di Israel memperingati matinya semua personel militer yang terbunuh selama operasi militer Israel. Israel juga memperingati hari kemerdekaan yang menandai penciptaan negara di atas puing-puing Palestina. Hari ini disebut oleh orang Palestina sebagai “Nakba” atau Malapetaka.

Ketegangan telah memuncak di wilayah pendudukan Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir di tengah serangan berulang tentara Israel ke kota-kota Palestina. Menurut angka dari pihak Palestina, lebih dari 100 warga Palestina telah gugur oleh tembakan Israel sejak awal tahun ini, Sedangkan 16 orang Israel juga meninggal dalam serangan terpisah selama periode yang sama. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement