Sabtu 22 Apr 2023 07:39 WIB

Presiden Erdogan Rangkul Korban Gempa Pada Idul Fitri

Gempa dahsyat terjadi di Turki pada 6 Februari 2023.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, rakyat Turki dan pemerintah tidak meninggalkan jutaan korban gempa bumi sendirian di tengah perayaan Idul Fitri.
Foto: EPA-EFE/HOW HWEE MUDA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, rakyat Turki dan pemerintah tidak meninggalkan jutaan korban gempa bumi sendirian di tengah perayaan Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, rakyat Turki dan pemerintah tidak meninggalkan jutaan korban gempa bumi sendirian di tengah perayaan Idul Fitri. Erdogan berjanji mengintensifkan pekerjaan untuk membangun tempat penampungan sementara bagi para korban gempa dalam beberapa minggu mendatang.

“Kami tidak meninggalkan korban gempa kami pada hari-hari suci ini.  Kami, sebagai negara dan rakyat, berusaha menyembuhkan luka bencana abad ini dengan solidaritas abad ini,” kata Erdogan dalam pesan Idul Fitri, dilansir Hurriyet Daily News, Kamis (20/4/2023).

Baca Juga

Gempa dahsyat terjadi di Turki pada 6 Februari lalu. Lebih dari 50 ribu orang tewas dalam bencana gempa yang melanda 11 provinsi di Turki, dan Suriah. 

“Karena nyawa yang hilang selama gempa bumi 6 Februari, kami menandai Ramadhan dengan cara yang buruk,” kata Erdogan.

Erdogan menekankan, pemerintah dan rakyat tidak pernah meninggalkan para penyintas gempa kendati kampanye pemilu sedang berlangsung, dan ada urusan kenegaraan lainnya. Erdogan menyatakan kesedihannya kepada para penyintas selama kunjungannya ke 11 kota.

“Kami telah memulai proses pembangunan lebih dari 100 ribu rumah tahan gempa dan rumah desa.  Kami telah meletakkan dasar untuk lebih dari 50 ribu di antaranya.  Harapan kami menguat saat konstruksi dimulai setelah pemindahan puing-puing,” ujar Erdogan.

Kehidupan kembali normal di daerah-daerah yang terdampak gempa.  Masyarakat setempat mendapatkan kembali kekuatan untuk kembali ke tempat kerja mereka. Erdogan mengungkapkan keyakinannya bahwa lebih banyak orang akan kembali ke tanah air mereka karena kondisinya akan membaik.

“Kami berencana membangun 650.000 rumah baru, dimana 507.000 akan menjadi rumah tinggal dan 143.000 akan menjadi rumah desa.  Kami akan menyerahkan 319 ribu dari mereka kepada pemiliknya dalam waktu satu tahun.  Usai Pilkada 14 Mei, kami akan melanjutkan pemulihan dan rekonstruksi daerah tanpa henti,” kata Erdogan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement