Rabu 26 Apr 2023 11:45 WIB

Donald Trump Kritik Pengumuman Biden Kembali Maju Dalam Pemilihan Presiden

Pekan ini Trump menjalani sidang gugatan sipil penulis E Jean Carroll.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tanggapi pengumuman Presiden Joe Biden kembali maju dalam pemilihan 2024. Trump mengkritik catatan Biden dalam isu imigrasi, inflasi dan kekacauan mundurnya pasukan AS dari Afghanistan pada tahun 2021 lalu.
Foto: AP Photo/Bryan Woolston
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tanggapi pengumuman Presiden Joe Biden kembali maju dalam pemilihan 2024. Trump mengkritik catatan Biden dalam isu imigrasi, inflasi dan kekacauan mundurnya pasukan AS dari Afghanistan pada tahun 2021 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tanggapi pengumuman Presiden Joe Biden kembali maju dalam pemilihan 2024. Trump mengkritik catatan Biden dalam isu imigrasi, inflasi dan kekacauan mundurnya pasukan AS dari Afghanistan pada tahun 2021 lalu.

"Keluarga-keluarga Amerika dihancurkan inflasi terburuk dalam setengah abad, bank-bank gagal, kami menyerahkan kebebasan energi kita, seperti kita menyerah di Afghanistan," kata Trump di media sosial, Selasa (25/4/2023).

Baca Juga

Bertolak belakang dengan pengumuman Biden untuk maju lagi dalam pemilihan presiden 2024. Pekan ini Trump menjalani sidang gugatan sipil penulis E Jean Carroll yang menuduh Trump memperkosanya di sebuah ruang ganti toko pakaian pada pertengahan 1990-an. Mantan presiden yang tidak wajib menghadiri sidang itu membantah memperkosa Carroll. 

Karena usianya Biden akan menorehkan sejarah dalam kampanyenya tahun ini tapi merupakan pertaruhan bagi Partai Demokrat. Terutama bila ia menghadapi calon kandidat yang lebih muda dari Partai Republik.

Namun tampaknya Biden tidak akan mendapat persaingan ketat dari partainya sendiri. Belum ada tokoh Partai Demokrat yang menandakan akan maju melawannya.

Sementara itu potensi dan pengumuman kandidat Partai Republik mulai membingkai pemilihan 2024 seputar memotong pengeluaran pemerintah di tengah inflasi tinggi, pembatasan aborsi, kejahatan di kota-kota yang dikuasai Partai Demokrat dan imigrasi ilegal. Trump dan Gubernur Florida Ron DeSantis calon unggulan dari Partai Republik.

Keduanya ingin membatasi akses anak-anak transgerder ke tim olahraga dan menegaskan gender di perawatan kesehatan. Mereka juga ingin membatasi sekolah mengajari isu-isu LGBTQ dan sejarah ras di Amerika.

Dalam konferensi pers, juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre awalnya menolak menjawab pertanyaan apakah Bien akan kembali menjabat selama empat tahun lagi bila menang.

"Saya ingin memastikan tidak memasuki 2024 lebih jauh dari yang diatur hukum, tapi saya bisa mengkonfirmasi bila beliau (Biden) terpilih lagi maka ia akan menjabat selama delapan tahun," cicitnya di Twitter.  

Saat mengalahkan Trump dalam pemilihan 2020 lalu sebagian besar kampanye Biden dilakukan melalui virtual karena peraturan pandemi Covid-19. Pemilihan tahun 2024 tampaknya sangat berbeda terutama kampanye akan lebih banyak tatap muka.

Trump menolak mengakui kekalahannya dalam pemilihan 2020 lalu. Ia menyebarkan klaim palsu mengenai kecurangan pemilu.

Pendukungnya menyerang Capitol Hill di Washington pada 6 Januari 2021 lalu untuk mendukung klaim Trump. Tapi mereka gagal membatalkan Kongres meresmikan kemenangan Biden.

Tampaknya Biden juga akan menjadikan dukungan AS pada Ukraina dalam melawan Rusia sebagai tema kampanyenya. Serta perlawanan pada upaya Partai Republik mengurai jaminan kesehatan federal.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement