Sabtu 13 May 2023 13:13 WIB

PBB Heran Israel Bidik Sipil di Jalur Gaza

Kantor HAM PBB mempertanyakan apakah agresi Israel sesuai prinsip proporsionalitas

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
 Roket ditembakkan oleh pejuang dari Brigade Al-Quds, sayap bersenjata Jihad Islam Palestina, di Kota Gaza, Jumat (12/5/2023). Militan Palestina di Gaza telah menembakkan roket ke arah Israel setelah militer Israel melakukan serangkaian serangan udara di wilayah  Palestina.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Roket ditembakkan oleh pejuang dari Brigade Al-Quds, sayap bersenjata Jihad Islam Palestina, di Kota Gaza, Jumat (12/5/2023). Militan Palestina di Gaza telah menembakkan roket ke arah Israel setelah militer Israel melakukan serangkaian serangan udara di wilayah Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA – Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB menyatakan keprihatinan atas serangan militer Israel ke Jalur Gaza pekan ini yang telah menewaskan sedikitnya 25 warga Palestina. Karena turut membidik sipil, kantor HAM PBB mempertanyakan apakah agresi Israel tersebut sesuai prinsip proporsionalitas.

“Sejak 9 Mei, total 25 warga Palestina, termasuk enam anak serta empat wanita, telah tewas dan puluhan lainnya terluka di Gaza, menurut data yang diverifikasi oleh PBB,” kata Juru Bicara Kantor HAM PBB Jeremey Laurence, Kamis (11/5/2023), dilaporkan laman Anadolu Agency.

Baca Juga

Dia mengungkapkan, dalam serangannya, Israel turut menargetkan fasilitas sipil. “Bangunan yang diserang IDF (Pasukan Pertahanan Israel) dilaporkan termasuk apartemen tempat tinggal, menimbulkan kekhawatiran serius apakah serangan ini sesuai dengan prinsip perbedaan dan proporsionalitas,” ucapnya.

“Kami prihatin tentang apakah IDF mengambil tindakan pencegahan yang cukup untuk menghindari, dan dalam hal apa pun untuk meminimalkan hilangnya nyawa warga sipil, cedera warga sipil, dan kerusakan objek sipil,” kata Laurence menambahkan.

Kantor HAM PBB juga mengkritik keras serangan roket yang diluncurkan kelompok Jihad Islam dari Jalur Gaza ke wilayah Israel. Hal itu dipandang membahayakan warga sipil Israel dan Palestina serta melanggar hukum kemanusiaan internasional.

“Kami mendesak semua pihak untuk mengambil langkah-langkah guna mengurangi ketegangan serta melakukan penyelidikan yang cepat dan transparan terhadap semua pembunuhan, terutama terhadap warga sipil,” ucap Laurence.

Pertempuran antara Israel dan Jihad Islam dimulai pada Selasa (9/5/2023) dini hari lalu. Israel melancarkan agresi udara menargetkan fasilitas-fasilitas Jihad Islam. Jihad Islam kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel.

Berondongan roket itu harus dihalau Israel dengan menggunakan sistem pertahanan udara Iron Dome. Israel pun dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan pencegat rudal David’s Sling untuk pertama kalinya. David’s Sling didesain untuk menembak jatuh roket yang ditembakkan dalam radius 100 hingga 200 kilometer.

Pertempuran Israel dan Jihad Islam terus berlanjut hingga Jumat. Jumlah korban tewas di Jalur Gaza dilaporkan telah mencapai 30 orang. Di antara mereka terdapat tiga komandan senior Jihad Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement