Sabtu 13 May 2023 18:54 WIB

Presiden Ukraina Temui Paus Fransiskus dan PM Italia

Sejak perang dimulai, Italia telah mengirimkan bantuan finansial dan persenjataan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah tiba di Roma, Italia, Sabtu (13/5/2023).
Foto: AP Photo/Efrem Lukatsky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah tiba di Roma, Italia, Sabtu (13/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah tiba di Roma, Italia, Sabtu (13/5/2023). Selain bertemu Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Zelensky juga akan ke Vatikan dan menemui Paus Fransiskus.

"Hari ini di Roma," tulis Zelensky di akun Twitter resminya sesaat setelah di mendarat di pangkalan militer Bandara Ciampino Roma sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Anjani menyambutnya di bandara tersebut.

Baca Juga

“Saya bertemu dengan Presiden Italia Sergio Mattarella, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Paus (Fransiskus). Kunjungan penting untuk mendekati kemenangan Ukraina!” kata Zelensky lewat akun Twitter miliknya.

Tayangan televisi menunjukkan iring-iringan panjang kendaraan yang membawa Zelensky meninggalkan bandara. Pasukan keamanan Italia mengunci sebagian besar wilayah Roma pada momen kedatangan Zelensky. Belum jelas berapa lama Zelensky akan berada di Roma. Beredar juga laporan bahwa Zelensky merencanakan perjalanan ke Jerman akhir pekan ini.

Sejak Rusia menyerang Ukraina pada Februari 2022 lalu, Italia telah mengirimkan bantuan finansial dan persenjataan untuk Kiev. Roma pun mendukung sanksi Barat terhadap Moskow. Namun, masalah pengiriman senjata ke Kiev tetap sensitif secara politik di Italia. Pemerintah Italia tidak pernah mengungkapkan dengan tepat apa saja yang telah diberikannya untuk Ukraina.

Saat Zelenskyy tiba di Roma, Jerman mengumumkan paket senjata senilai 2,7 miliar euro untuk Kiev. Tank, kendaraan lapis baja, dan sistem pertahanan udara termasuk dalam paket bantuan tersebut.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda Rusia dan Ukraina akan menjalin negosiasi untuk membahas penghentian perang atau gencatan senjata. Namun kedua negara tersebut tengah terlibat dalam perundingan tentang nasib kesepakatan koridor gandum Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative (BSGI) yang masa berlakunya bakal berakhir pada 18 Mei mendaPtang.

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement