Kamis 18 May 2023 16:45 WIB

Palestina Peringatkan Pawai Bendera Israel di Yerusalem Bakal Picu Ketegangan

Israel akan kerahkan massa untuk Parade Bendera peringati Hari Yerusalem

Rep: Dwi Agustin/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi bender Israel. Israel akan kerahkan massa untuk Parade Bendera peringati Hari Yerusalem
Foto: REUTERS/Thaier Al-Sudani
Ilustrasi bender Israel. Israel akan kerahkan massa untuk Parade Bendera peringati Hari Yerusalem

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH — Pemerintah Palestina pada Rabu (17/5/2023) memperingatkan bahwa pawai bendera yang direncanakan pemukim Israel di pendudukan Yerusalem Timur akan memicu ketegangan di wilayah itu.

Para pemukim berencana mengadakan pawai bendera melewati Kota Tua Yerusalem pada Kamis untuk memperingati apa yang mereka sebut sebagai penyatuan Yerusalem, mengacu pada pendudukan Israel di kota itu pada 1967.

Baca Juga

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Palestina Nabil Abu Rudeineh mengatakan pawai bendera tersebut provokatif, menjadikan Pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi ini yang akan mengarah kepada ledakan situasi. 

"Masyarakat Palestina dan pemimpin mereka mampu melindungi Yerusalem dan situs suci Islam dan Kristen di sana dan bahwa Yerusalem dengan tempat-tempat sucinya akan tetap sebagai ibu kota abadi negara Palestina," kata Abu Rudeineh. 

Pawai kontroversial tersebut memicu bentrokan penuh kekerasan dengan Palestina beberapa tahun belakangan, termasuk perang 11 hari antara Israel dengan kelompok Palestina di Gaza pada Mei 2021.

Kelompok pemukim Israel mengatakan mereka berencana untuk memobilisasi hampir lima ribu pemukim untuk membobol kompleks Masjid Al-Aqsa pada hari pawai bendera. 

Menurut Channel 13 Israel, empat menteri Israel dijadwalkan bergabung dalam pawai bendera, termasuk Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Sementara itu, Kelompok Hamas meminta warga Palestina untuk menghadang parade pengibaran bendera yang direncanakan oleh kaum nasionalis Yahudi. Parade ini akan melalui jalan raya utama Palestina di Kota Tua Yerusalem pada Kamis (18/5/2023).

Kami meminta orang-orang Yerusalem untuk memobilisasi massa untuk menghadapi pawai bendera di Yerusalem besok,” kata pejabat Hamas di Gaza Mushir al-Masri pada Rabu (17/5/2023).

Hamas juga mendesak warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan di dalam Israel untuk melawan pendudukan. Kelompok yang memimpin wilayah Gaza ini mengatakan, akan mengadakan demonstrasi dengan bendera Palestina di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel yang dijaga ketat.

Baca juga: Mualaf Theresa Corbin, Terpikat dengan Konsep Islam yang Sempurna Tentang Tuhan

Parade itu dimaksudkan untuk menandai “Hari Yerusalem”.  Perayaan tahunan Israel ini menandai penaklukan Yerusalem timur, termasuk Kota Tua dan tempat-tempat sucinya, dalam perang Timur Tengah 1967.

Bagi umat Islam, Al Aqsa mewakili situs tersuci ketiga di dunia, sementara Yahudi menyebut area tersebut Bukit Bait Suci, dengan mengatakan bahwa itu tempat dua kuil Yahudi zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, dimana Al Aqsa berlokasi, selama masa perang Arab-Israel pada 1967. Israel menganeksasi seluruh kota pada 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui masyarakat internasional.  

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement