Kamis 25 May 2023 15:54 WIB

Tokoh Anti-LGBT dan Kandidat Capres AS yang Curi Perhatian

Gubernur Florida Ron DeSantis deklarasi maju dalam Pilpres 2024

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Gubernur Florida Ron DeSantis secara resmi bergabung dalam persaingan pemilihan pendahuluan dari Partai Republik untuk Pilpres 2024
Foto:

Antikampanye LGBT

Kebijakan jaringan supermarket Target yang menarik kembali berbagai produk Pride Collection yang mendukung kampanye gerakan LGBT di beberapa wilayah AS mendapatkan pro dan kontra. Kelompok konservatif AS, terutama pendukung Partai Republik mendukung langkah tersebut. Bahkan kelompok konservatif dan sayap kanan ini berusaha mendorong adanya aturan pelarangan kampanye LGBT di berbagai negara bagian AS.

Menurut American Civil Liberties Union, sebanyak 480 Rancangan Undang-Undang (RUU) anti-LGBTQ yang telah diajukan ke badan legislatif negara bagian di seluruh negeri di AS tahun ini.

Kelompok konservatif dan sayap kanan di AS berharap para anggota parlemen bisa mengesahkan dan memberlakukan undang-undang untuk membatasi kampanye LGBTQ masuk ke dunia pendidikan di sekolah-sekolah, melarang kampanye transisi gender masuk ke layanan kesehatan, dan kampanye LGBTQ lainnya.

Seorang tokoh sayap kanan, Matt Walsh dalam sebuah tweet-nya pada Rabu (25/5/2023), menulis bahwa kelompok LGBTQ bertujuan "membuat 'Pride Collection' menjadi sampah dan racun" bagi merek-merek lain. "Jika mereka memutuskan untuk melemparkan 'sampah' ini ke wajah kita, mereka harus tahu bahwa mereka akan membayar harganya," tulis Walsh.

"Itu tidak akan sebanding dengan apa pun yang mereka pikir akan mereka dapatkan," terangnya.

Walsh menyinggung badai yang melanda Bud Light setelah merek bir tersebut bermitra dengan seorang influencer transgender Dylan Mulvaney pada musim semi ini. Setelah itu, penjualan Bud Light menurun setelah kampanye online dan seruan boikot.

Pertama Bud Light dan sekarang Target," cuit Walsh. "Kampanye kami membuat kemajuan. Mari kita teruskan," tambahnya.

Aktivis konservatif lainnya juga menyatakan kemenangannya dengan dihentikannya kampanye LGBTQ di jaringan supermarket Target di AS. Dalam sebuah tweet, aktivis yang mendeskripsikan dirinya sebagai aktivis "anti-Woke", Rogan O'Handley, merayakan turunnya nilai perusahaan Bud Light dan turunnya saham Target pada Rabu (25/5/2023).

"Inilah yang terlihat seperti kemenangan," cuitnya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement