Kamis 01 Jun 2023 21:41 WIB

NATO Gantung Status Ukraina, Zelenskyy Tuntut Kejelasan  

Zelenskyy meminta putusan soal keanggotaan NATO tahun ini sudah jelas.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Ferry kisihandi
 Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara pada konferensi media setelah KTT UE-Ukraina di Kyiv, Ukraina, Jumat (3/2/2023).
Foto: AP Photo/Efrem Lukatsky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara pada konferensi media setelah KTT UE-Ukraina di Kyiv, Ukraina, Jumat (3/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BULBOACA -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Kiev ingin mendapat keputusan yang "jelas" mengenai masa depannya di aliansi pertahanan NATO. Ia berharap putusan itu ditetapkan saat pertemuan pemimpin negara anggota NATO bertemu di Vilnius, Lithuania, Juli mendatang.

Dalam pertemuan dengan lebih dari 40 pemimpin negara Eropa di Moldova, ia mengatakan ingin kemajuan langkah Ukraina menuju Uni Eropa (UE). Ukraina mengajukan permintaan bergabung dengan Uni Eropa tahun lalu setelah invasi skala penuh Rusia.

"Keputusannya tahun ini. Dalam pertemuan NATO di Vilnius pada musim panas ini diperlukan agar undangan keanggotaan Ukraina dan jaminan keamanan menuju keanggotaan NATO sudah jelas," kata Zelenskyy, Kamis (1/6/2023). Pada musim semi, ia pun berharap kejelasan soal akses ke UE. 

‘’Hal yang kami perlukan adalah keputusan positif, kami juga menyiapkan pertemuan perdamaian yang akan memandu dunia untuk bersama-sama mengimplementasikan formula perdamaian," tambah Zelenskyy. Ukraina mengusulkan pertemuan perdamaian untuk mengakhiri invasi Rusia. 

Zelenskyy menetapkan 10 poin "formula" perdamain yang berisi penarikan penuh pasukan Rusia dari Ukraina. Ia meminta koalisi pendukung Ukraina untuk memasok sistem pertahanan udara Patriot dan pesawat tempur untuk membantu Ukraina mengusir pasukan Rusia.

Pertemuan 27 negara anggota UE dan 20 negara Eropa lainnya digelar di sebuah kastil di pedesaan Moldova. Sekitar 20 kilometer dari wilayah Ukraina dan dekat Transdniestria, wilayah yang didukung Rusia untuk melepaskan diri. 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement