Ahad 04 Jun 2023 05:34 WIB

Menlu AS Kecualikan Israel dari Jadwal Kunjungan Timur Tengah

Blinken akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada 6-8 Juni.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Lida Puspaningtyas
Presiden Joe Biden berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di sela-sela KTT G7 di Hiroshima, Jepang.
Foto: AP Photo/Susan Walsh
Presiden Joe Biden berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di sela-sela KTT G7 di Hiroshima, Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, telah mengecualikan Israel dari rencana kunjungan ke Timur Tengah. Sumber politik Israel mencatat, hal ini mungkin terkait dengan masalah nuklir Iran.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan,  Blinken akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada 6-8 Juni untuk bertemu dengan pejabat Saudi. Pertemuan ini guna membahas kerja sama strategis AS-Saudi dalam masalah regional dan global, termasuk berbagai masalah bilateral serta kerja sama ekonomi dan keamanan.

"Pada tanggal 7 Juni, Menlu juga akan berpartisipasi dalam Pertemuan Tingkat Menteri Dewan Kerja Sama Teluk AS (GCC) untuk membahas peningkatan kerja sama dengan mitra GCC kami untuk mempromosikan keamanan, stabilitas, de-eskalasi, integrasi regional, dan peluang ekonomi di Timur Tengah," ujar pernyataan Departemen Luar Negeri AS, dilaporkan Middle East Monitor, Sabtu (3/6/2023).

Kemudian pada 8 Juni, Blinken akan menjadi tuan rumah bersama pertemuan Tingkat Menteri Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS dengan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan di Riyadh. Pertemuan ini untuk menyoroti peran penting yang dimainkan oleh Koalisi ISIS untuk mengatasi ancaman yang berkelanjutan.

Mengunjungi Israel adalah bagian dari agenda perjalanan Blinken ke Timur Tengah. Namun The Times of Israel melaporkan, seorang pejabat Israel mengatakan, Departemen Luar Negeri AS mengecualikan kunjungan ke Israel setelah menyadari bahwa tidak ada cukup waktu. 

Sementara seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada The Jerusalem Post, Washington tidak mungkin mengecualikan Israel dalam jadwal kunjungan pejabatnya ke Timur Tengah. Pejabat itu berpendapat, Blinken tidak mampir ke Israel karena persoalan nuklir Iran.

"Itu bisa saja bersifat teknis karena Washington mencoba untuk mengecualikan file nuklir Iran dari agendanya sampai setelah pemilu. Pemerintah AS mengakui bahwa menyelesaikan masalah nuklir Iran tidak dapat terjadi tanpa tindakan militer di Iran," ujar pejabat Israel itu. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement