Sabtu 10 Jun 2023 14:43 WIB

Bak Cerita Tarzan, 4 Anak Selamat 40 Hari di Hutan Amazon Setelah Kecelakaan Pesawat

4 bocah berhasil diselamatkan tim penyelamat dari hutan lebat Amazon

Rep: Amri Amrullah / Red: Nashih Nashrullah
Hutan Amazon Ilustrasi). 4 bocah berhasil diselamatkan tim penyelamat dari hutan lebat Amazon
Hutan Amazon Ilustrasi). 4 bocah berhasil diselamatkan tim penyelamat dari hutan lebat Amazon

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA – Empat anak warga Kolombia sempat dinyatakan menghilang selama 40 hari lalu setelah mengalami kecelakaan pesawat ringan di hutan Amazon. Empat anak yang merupakan warga suku asli Kolombia ini ditemukan dalam keadaan hidup pada Jumat (9/6/2023).

Setelah ditemukan pihak berwenang Kolombia mengumumkan, mengakhiri pencarian yang intensif di wilayah hutan negara itu. 

Baca Juga

Anak-anak ini ditemukan dalam keadaan berpencar, hanya sendirian ketika para tim pencari menemukan mereka satu per satu, dan langsung menerima perawatan medis, kata Presiden Gustavo Petro kepada wartawan sekembalinya ke Bogota dari Kuba.

Petro mengatakan bahwa anak-anak muda itu adalah contoh dari sebuah perjuangan. "Kisah mereka akan tetap ada dalam sejarah," kata presiden yang baru saja menyepakati gencatan senjata dengan kelompok pemberontak ini.

Tidak ada rincian yang dirilis tentang bagaimana anak-anak itu berhasil bertahan hidup sendiri selama berhari-hari. 

Kecelakaan itu terjadi dini hari pada 1 Mei 2023 lalu, ketika pesawat baling-baling bermesin tunggal Cessna dengan enam penumpang dan seorang pilot jatuh setelah keadaan darurat karena kerusakan mesin.

Pesawat kecil tersebut hilang dari radar beberapa saat kemudian dan pencarian korban pun dimulai. Dua pekan setelah kecelakaan, pada 16 Mei 2023 lalu, sebuah tim pencari menemukan bangkai pesawat di sebuah petak hutan hujan yang lebat dan menemukan mayat tiga orang dewasa di dalamnya, tetapi tanda jenazah anak-anak tidak ditemukan.

Merasa bahwa anak anak ini mungkin masih hidup, tentara Kolombia meningkatkan pencarian terhadap keempat anak tersebut. 

Pemerintah Kolombia menerbangkan 150 tentara dengan anjing pelacak ke pelosok hutan Amazon yang lebat, demi melacak anak-anak yang juga masih bersaudara, berusia 13, 9, 4, dan 11 bulan.

Puluhan sukarelawan dan warga dari suku-suku asli juga membantu pencarian. Pada hari Jumat, pihak militer mengunggah foto-foto di Twitter yang menunjukkan sekelompok tentara dan sukarelawan yang menemukan mereka berpose bersama keempatnya. Anak anak ini ditemukan berpencar, dan dikumpulkan setelah ditemukan sambil diselubungi selimut.

Salah satu tentara tampak menyodorkan botol air minum ke salah satu mulut anak kecil yang berhasil diselamatkan. "Gabungan dari upaya kami yang memungkinkan hal ini terjadi," tulis komando militer Kolombia di akun Twitter-nya.

Baca juga: Mengapa Tuyul Bisa Leluasa Masuk Rumah? Ini Beberapa Penyebabnya

Selama pencarian, daerah hutan Amazon dikenal dengan kerapatan hutan yang lebat, jarak pandang yang sangat terbatas oleh kabut dan dedaunan dari pepohonan rimbun. 

Namun para tentara berhasil menembakkan suar, disusul datangnya helikopter yang menjatuhkan kotak-kotak makanan ke dalam hutan. Bantuan kotak makanan itu upaya untuk menopang harapan hidup anak-anak tersebut.

Dengan tanda suar, helikopter yang terbang di atas lokasi hutan keempat anak ini ditemukan, kemudian mengevakuasi mereka di malam harinya. 

Tim penyelamat menggunakan megafon yang menyuarakan pesan yang direkam dari pihak keluarga mereka untuk tetap memberi mereka semangat.

Pada saat sebelum pesawat mereka jatuh, empat anak tersebut sedang melakukan perjalanan dengan ibu mereka dari desa Araracuara di Amazon ke San Jose del Guaviare, sebuah kota kecil di tepi hutan hujan Amazon. Mereka adalah anggota suku Huitoto. Beruntung anak tertua ternyata memiliki pengetahuan untuk bertahan hidup di hutan hujan.

Pada Jumat, setelah mengonfirmasi bahwa anak-anak tersebut telah diselamatkan, Presiden Petro mengapresiasi kerja tentara dan para tim penyelamat. 

Dia percaya bahwa anak-anak tersebut diselamatkan salah satu suku nomaden yang belum dikenal, dan berada di sudut terpencil di hutan Amazon.

"Hutan telah menyelamatkan mereka," kata Petro. "Mereka adalah anak-anak hutan, dan sekarang mereka juga anak-anak Kolombia."    

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement