Rabu 14 Jun 2023 08:46 WIB

Minta Bantuan Interpol, Malaysia Buru Komika yang Jadikan Insiden MH370 Lelucon

Chia mengatakan bahwa ia tetap mempertahankan leluconnya meskipun ada kontroversi.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Potongan bagian diduga pesawat MH370 di Pulau Reunion
Foto: VOA
Potongan bagian diduga pesawat MH370 di Pulau Reunion

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Malaysia telah meminta bantuan Interpol untuk melacak dan menyelidiki seorang komedian atau komika yang mengejek negara tersebut dan membuat lelucon mengenai hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, kata kepala polisi Malaysia pada Selasa (13/6/2023).

Jocelyn Chia, seorang komedian asal New York, memicu kontroversi di Malaysia dan Singapura bulan ini setelah ia mengunggah videonya di media sosial. Dalam videonya ia membuat lelucon mengenai pesawat yang hilang sembilan tahun lalu dengan 239 orang di dalamnya.

Insiden kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH370 telah menjadi sorotan dunia dan duka bagi negara Malaysia. Puing-puing yang terkait dengan pesawat tersebut telah ditemukan selama bertahun-tahun, namun nasib dan lokasi pesawat tersebut masih menjadi misteri.

Namun disayangkan, Chia, seorang komedian membawa isu ini dalam pertunjukan lawaknya di sebuah klub komedi di New York. Ia langsung mendapat kritik secara luas di Malaysia, dengan tanggapan keras dari menteri dalam negeri Malaysia yang menggambarkan komentarnya sebagai komentar yang tidak sensitif dan menyinggung.

Kepala polisi nasional Acryl Sani Abdullah Sani mengatakan bahwa Malaysia minggu ini akan meminta lokasi dan identitas lengkap Chia kepada Interpol untuk memfasilitasi penyelidikan lebih lanjut, demikian dilaporkan kantor berita negara Bernama.

Dia mengatakan Malaysia akan menyelidiki komentar Chia di bawah hukumnya sendiri terkait provokasi, hasutan, dan publikasi konten online yang menyinggung.

Seorang juru bicara kepolisian Malaysia mengonfirmasi komentar tersebut. Tidak jelas apakah atau bagaimana Chia dapat dihukum atas tindakannya.

Chia, seorang pengacara yang beralih profesi menjadi komedian dan mengaku berasal dari Singapura, tidak memberi komentar ketika segera dihubungi untuk dimintai tanggapannya soal ini.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Ahad lalu, Chia mengatakan bahwa ia tetap mempertahankan leluconnya meskipun ada kontroversi. Ia berkelit, video klip pendek di media sosial yang jadi perdebatan itu, telah ditafsirkan keluar dari konteksnya.

"Setelah merenung, saya melihat bahwa menjadikannya sebagai klip yang ditonton di luar konteks klub komedi adalah hal yang berisiko," ujar Chia.

Komedinya, yang juga menyinggung hubungan historis antara negara tetangga Malaysia dan Singapura, juga memicu kemarahan di Singapura.

Vivian Balakrishnan, menteri luar negeri Singapura, meminta maaf kepada warga Malaysia atas komentarnya dan mengatakan bahwa komedian tersebut tidak berbicara atas nama warga Singapura.

Pengejaran Malaysia terhadap Chia dilakukan di tengah apa yang dikatakan oleh para aktivis sebagai tindakan keras terhadap kebebasan berbicara. Tahun lalu, sebuah klub komedi ditutup menyusul tuduhan bahwa klub tersebut menjadi tuan rumah bagi komedian yang menyinggung isu-isu rasial dan agama yang sensitif di Malaysia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement