Kamis 15 Jun 2023 23:23 WIB

Liga Arab Meminta Amerika Serikat Campur Tangan Lawan Skema Permukiman Israel

Amerika Serikat dinilai mempunyai peran vital untuk tekan Israel

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Permukiman Yahudi di Tepi Barat. Amerika Serikat dinilai mempunyai peran vital untuk tekan Israel
Permukiman Yahudi di Tepi Barat. Amerika Serikat dinilai mempunyai peran vital untuk tekan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO — Sekretaris Jenderal Liga Arab (AL) Ahmed Abul-Gheit memperingatkan terhadap rencana Israel untuk membangun ribuan permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Dia juga menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk menghormati komitmennya terhadap solusi dua negara.

 “Pemerintah Amerika Serikat harus mengambil sikap tegas terhadap rencana Israel ini dalam membela solusi dua negara yang dipromosikan oleh Washington," kata Abul-Gheit dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web AL.

Baca Juga

"Rencana seperti itu merusak solusi dua negara karena perebutan tanah di mana negara Palestina di masa depan harus didasarkan," tambahnya.

"Membangun permukiman menghancurkan kedamaian. Tidak mungkin untuk berbicara tentang penyelesaian antara Palestina dan Israel, atau tentang perdamaian di wilayah tersebut, sementara tanah Palestina digerogoti setiap hari," serunya dilansir dari Ahram Online, Rabu (14/6/2023). 

Dalam konteks ini, juru bicara Sekretaris Jenderal, Gamal Rushdi, mengatakan bahwa pemerintah Israel sedang mencari "lampu hijau Amerika" untuk bergerak maju dengan rencananya itu.

Baca juga: Terpikat Islam Sejak Belia, Mualaf Adrianus: Jawaban Atas Keraguan Saya Selama Ini

"Pemerintah Netanyahu menolak untuk menjadi mitra dalam proses politik damai yang mengarah pada penyelesaian yang komprehensif," juru bicara menambahkan mengutip Abul-Gheit.

"Kekhawatiran pertama dan terpentingnya adalah untuk memuaskan (pemain) sayap kanan paling ekstrem di kancah politik domestik, dan menenangkan kelompok pemukiman dan arus nasionalis agama," tambah juru bicara itu.

Bulan lalu, pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meloloskan anggaran dua tahun baru, sebuah langkah yang dapat membuka jalan bagi koalisi sayap kanannya untuk terus maju dengan agenda agama dan pro-settlement.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sebagian besar komunitas internasional melihat permukiman Israel, rumah bagi 700 ribu orang di Tepi Barat dan Yerusalem timur, sebagai ilegal dan hambatan bagi perdamaian.

Sejak awal tahun, setidaknya 157 orang Palestina telah tewas selama serangan Israel ke Tepi Barat yang diduduki, menurut penghitungan AFP yang disusun dari sumber resmi.

 

Sumber: ahram   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement