Rabu 21 Jun 2023 19:34 WIB

WFP dan Mesir Luncurkan Koridor Kemanusiaan Sudan

Koridor kemanusiaan dibuka antara Aswan di selatan Mesir dengan Wadi Haifa di Sudan

Program Pangan Dunia (WFP) dan Mesir pada Selasa (20/6/2023) meluncurkan koridor kemanusiaan yang aman untuk mendukung ribuan warga Sudan yang terjebak konflik
Foto: AP Photo/Jerome Delay
Program Pangan Dunia (WFP) dan Mesir pada Selasa (20/6/2023) meluncurkan koridor kemanusiaan yang aman untuk mendukung ribuan warga Sudan yang terjebak konflik

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL - Program Pangan Dunia (WFP) dan Mesir pada Selasa (20/6/2023) meluncurkan koridor kemanusiaan yang aman untuk mendukung ribuan warga Sudan yang terjebak konflik yang berkobar di negara itu selama lebih dari dua bulan.

Dalam sebuah pernyataan, WFP mengatakan koridor kemanusiaan itu dibuka antara Aswan di selatan Mesir dengan Wadi Haifa di Sudan "untuk mengatasi kebutuhan mendesak warga yang terdampak konflik yang berlangsung."

Badan PBB itu mengatakan pengiriman 50 metrik ton bantuan makanan pokok telah dikirim ke Sudan pada 16 Juni lalu sebagai bagian dari koridor.

Bantuan itu akan membantu "meringankan penderitaan ribuan orang yang menjadi sangat rentan akibat konflik," tambah pernyataan itu.

Organisasi itu mengingatkan bahwa koridor kemanusiaan bertugas sebagai "jalan tembus bagi WFP, lembaga-lembaga PBB, organisasi pembangunan dan mitra kemanusiaan."

"Sementara WFP terus menyediakan dukungan bagi mereka yang tiba di Mesir melalui bantuan makanan dan uang tunai, kami juga berkomitmen untuk membantu mereka yang berada di Sudan," kata Perwakilan WFP dan Direktur Negara di Mesir Praveen Agrawal.

"Koridor kemanusiaan ini adalah hasil dari kemitraan luar biasa yang dimiliki Pemerintah Mesir dengan mitra pembangunan. Kami sekarang dapat membawa bantuan kami kepada yang paling membutuhkan," tambah Agrawal.

WFP menyebutkan bahwa pihaknya juga meluncurkan program bantuan tunai darurat melalui platform pengiriman uang tunai yang telah dibuat sebelumnya, mencapai lebih dari 130 ribu warga Sudan sejak meletusnya konflik.

Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) memperkirakan sekitar 800 ribu orang meninggalkan Sudan menuju negara-negara tetangga akibat dari konflik yang terjadi saat ini.

Sudan telah mengalami perang antara tentara dengan RSF sejak April, dalam konflik yang menewaskan nyaris seribu warga sipil dan melukai lima ribu lainnya, menurut petugas medis setempat.

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 2,2 juta warga mengungsi akibat konflik yang terjadi saat ini di Sudan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement