Rabu 21 Jun 2023 19:43 WIB

Zelenskyy: Serangan Balik ke Rusia Berjalan tak Sesuai Harapan

Selama berbulan-bulan, Rusia mempersiapkan pertahanan.

 Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (tengah) berbicara dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kanan) dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel setelah berpidato pada konferensi media di KTT UE-Ukraina di Kyiv, Ukraina, Jumat (3/2/2023).
Foto: AP Photo/Efrem Lukatsky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (tengah) berbicara dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kanan) dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel setelah berpidato pada konferensi media di KTT UE-Ukraina di Kyiv, Ukraina, Jumat (3/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengakui pertempuran di medan perang dalam serangan balik terhadap Rusia lebih lamban dibandingkan yang diharapkan. Meski memang sejumlah wilayah berhasil direbut dari penguasaan pasukan Rusia. 

‘’Sejumlah orang percaya ini seperti film Hollywood dan mengharapkan hasilnya sekarang. Tapi ini tidak sesuai harapan,’’ kata Zelenskyy dalam wawancara dengan laman berita BBC, Rabu (21/6/2023). Ukraina mengeklaim berhasil merebut kembali delapan desa dalam dua pekan. 

Meski masih dalam cakupan kecil, pergerakan ini merupakan yang terbesar pasukan Ukraina sejak November. Mereka terhambat area yang sarat ranjau Rusia. Zelenskyy menuturkan, pergerakan pasukannya tak berjalan mudah. 

Apalagi wilayah Ukraina seluas 200 ribu km persegi telah dipasangi ranjau oleh pasukan Rusia. ‘’Apapun yang sebagian orang inginkan, termasuk berusaha menekan kami, dengan segala hormat, kami akan mencapai kemajuan di medan tempur sekuat yang kami bisa.’’

Selama berbulan-bulan, Rusia mempersiapkan pertahanan. Pasukan Ukraina saat ini belum mencapai benteng pertahanan terkuat Rusia, yang berjalan 1.000 km dari garis depan. Beberapa hari ini, pasukan Ukraina meraih keberhasilan parsial. 

Pejabat senior Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan, kini di wilayah selatan pasukan Ukraina terus maju. ‘’Sedangkan di wilayah timur mereka meski menghadapi adangan berat yang dilakukan pasukan Rusia,’’ katanya. 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement