Senin 03 Jul 2023 06:12 WIB

Komisi Eropa Rancang Proposal untuk Gunakan Aset Rusia yang Dibekukan

Aset Rusia yang dibekukan akan digunakan untuk mendukung Ukraina.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Bendera Uni Eropa. Komisi Eropa sedang mengerjakan proposal untuk menggunakan keuntungan tidak terduga dari aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina.
Foto: Anadolu Agency
Bendera Uni Eropa. Komisi Eropa sedang mengerjakan proposal untuk menggunakan keuntungan tidak terduga dari aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Komisi Eropa sedang mengerjakan proposal untuk menggunakan keuntungan tidak terduga dari aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina. Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengkonfirmasi tindakan itu.

Para pemimpin Uni Eropa (UE) membahas masa depan lebih dari 200 miliar euro aset bank sentral Rusia yang telah dibekukan di rekening UE. Tindakan itu sebagai bagian dari sanksi terhadap perang Rusia di Ukraina.

Baca Juga

Menurut Michel, para pemimpin UE setuju bahwa alinasi tersebut harus melanjutkan upaya untuk melumpuhkan aset Rusia demi Ukraina dan masa depannya bersama dengan mitra internasional. "Kami pikir akan adil menggunakan sebagian dari uang itu untuk mendukung masa depan Ukraina," katanya dikutip dari Anadolu Agency.

Ketua Komisi UE Ursula von der Leyen mengatakan, Rusia bertanggung jawab atas kehancuran besar-besaran di Ukraina dan pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban. “Tidak mungkin Rusia menghancurkan sebagian besar infrastruktur Ukraina dan tidak berkontribusi pada perbaikan dan rekonstruksi itu,” ujarnya.

Badan eksekutif UE akan mengajukan proposal dengan berkoordinasi bersama mitra G7. Menurut von der Leyen,UE akan fokus dengan hati-hati pada keuntungan dari aset Bank Sentral Rusia yang telah dibekukan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement