Sabtu 15 Jul 2023 05:17 WIB

ASEAN Hormati Kedaulatan Ukraina

ASEAN kembali menegaskan sikapnya menghormati kedaulatan bangsa Ukraina.

ASEAN kembali menegaskan sikapnya menghormati kedaulatan bangsa Ukraina.
Foto: AP Photo/Dita Alangkara
ASEAN kembali menegaskan sikapnya menghormati kedaulatan bangsa Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) melalui pernyataan dalam Komunike Bersama Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-56 di Jakarta, Jumat (14/7/2023), kembali menegaskan sikapnya menghormati kedaulatan bangsa Ukraina.

"Terkait Ukraina, kami terus menegaskan kembali rasa hormat kami bagi kedaulatan, kemerdekaan politik dan integritas wilayah (Ukraina)," demikian pernyataan para menteri luar negeri ASEAN tersebut.

Baca Juga

ASEAN menyerukan kembali kepatuhan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional serta menyoroti pentingnya untuk segera menghentikan permusuhan dan keterlibatan serius dalam dialog untuk menemukan resolusi damai atas konflik tersebut.

Negara-negara anggota ASEAN juga mendukung upaya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dalam mencari solusi damai.

Selain itu, ASEAN juga menyerukan fasilitas akses bantuan kemanusiaan yang cepat, aman dan bebas hambatan bagi orang-orang yang membutuhkan di Ukraina serta perlindungan bagi warga sipil, personel kemanusiaan dan orang-orang dengan kondisi rentan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan antara ASEAN dengan Rusia. Dalam hal ini, Indonesia menyerukan kolaborasi nyata 'untuk menyelamatkan dunia', di tengah perang yang masih berkecamuk antara Rusia dan Ukraina.

"Sebagai teman Rusia maupun Ukraina, Indonesia tak kenal lelah untuk menyerukan perdamaian. Kemitraan kita harus mewujudkan paradigma ini dalam tindakan nyata," ujar Retno.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dalam KTT pada September mendatang, ASEAN akan mengusulkan Deklarasi Pemimpin tentang Penguatan Ketahanan Pangan dan Gizi dalam Menanggapi Krisis.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement