Sabtu 22 Jul 2023 13:27 WIB

Pos Korsel Tangguhkan Sementara Kiriman Paket dari Luar Negeri

Paket acak terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Rep: Fergi Nadira / Red: Ani Nursalikah
Bendera nasional berkibar di Paviliun Imjingak di Paju, Korea Selatan (Korsel) pada 22 April 2020.
Foto: AP Photo/Lee Jin-man
Bendera nasional berkibar di Paviliun Imjingak di Paju, Korea Selatan (Korsel) pada 22 April 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Layanan Pos Korea Selatan (Korsel) untuk sementara menangguhkan paket internasional yang dinilai mencurigakan pada Jumat (21/7/2023). Hal ini menyusul kekhawatiran yang berkembang atas beberapa paket acak yang diduga kuat berisi bahan kimia berbahaya.

Penangguhan sementara dilakukan setelah banyak laporan masuk secara nasional soal paket acak dari Taiwan yang diterima sejumlah warga. Pengiriman tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga

Seperti dilansir kantor berita Yonhap, Kamis (20/7/2023), bingkisan aneh menyebabkan tiga orang yang membongkarnya menderita pusing dan sesak napas di pusat kesejahteraan penyandang cacat di tenggara kota pelabuhan Ulsan. Ketiga orang tersebut dirawat di rumah sakit dan kini dikatakan dalam kondisi stabil

Tim medis belum menemukan apa yang menyebabkan gejala tersebut. Namun, polisi tidak mengesampingkan bahan kimia beracun yang mungkin menyebabkan infeksi.

Sementara itu, bingkisan tersebut telah dikirim ke Badan Pengembangan Pertahanan untuk analisis lebih lanjut. Polisi mengatakan nama penerima dan nomor telepon yang tertulis di bungkusan itu tidak valid.

Pihak berwenang juga menemukan paket serupa sekitar pukul 18.00 waktu Korea pada Jumat sambil memilah parsel di kantor pos di kota yang sama. Petugas pemadam kebakaran dikirim ke tempat kejadian untuk mengecek paket tersebut.

Laporan serupa juga datang dari Seoul, Yongin, pinggiran kota Seoul, Pulau Jeju, Haman di Provinsi Gyeongsang Selatan, dan Daejeon. Seseorang di Jeju melaporkan kepada pihak berwenang tentang menerima paket acak pada 11 Juli yang dikirim dari Taiwan dan berisi dua botol plastik.

Orang tersebut membuangnya, namun kemudian melaporkannya ke polisi setelah mendengar tentang paket mencurigakan di Ulsan. Bingkisan acak yang terlihat di Haman dikirim dari Malaysia. Penerima menyimpan parsel selama sekitar dua bulan dan melaporkannya ke polisi, juga setelah mengetahui tentang parsel Ulsan.

Pihak berwenang meminta kewaspadaan jika paket acak tiba, dan meminta penerima tidak membukanya dan melaporkannya ke pihak berwenang. Mereka mengatakan warna paket tersebut bisa kuning atau hitam dan bisa jadi ada tulisan "CHUNGHWA POST" di atasnya. Pengirimnya seringkali dari: P.O. Box 100561-003777, Taipei Taiwan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement