Senin 24 Jul 2023 21:44 WIB

Kelompok Nasionalis Sergap Muslim India Gara-Gara Daging Sapi

Sejak Narendra Modi memerintah kasus cow vigilante meningkat. 

 Seekor sapi di tengah keramaian lalu lintas Kota Bengaluru, India.
Seekor sapi di tengah keramaian lalu lintas Kota Bengaluru, India.

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI – Seorang Muslim India, Rafiq Tamboli hingga kini belum diketahui nasibnya, masih hidup atau telah meninggal. Ia kini berusia 33 tahun. Tak seorang pun melihat sopir truk tersebut dalam kurun dua tahun ini. 

Rafiq warga Qureshi Nagar, Mumbai,  biasanya mengantarkan daging untuk sejumlah pedagang di kota industri hewan itu. Pada 4 Juni 2021, ia mendapatkan permintaan mengambil daging dari Kota Daund, Pune, Distrik Maharashtra, 250 km dari Mumbai, ibu kota negara bagian. 

Baca Juga

Setelah mengisi truknya dengan daging sapi sesuai pesanan, ia diperkirakan kembali ke tempat ia tinggal selama lima jam perjalanan, pukul 21.00 waktu setempat. Sebelum mengendarai truknya ke arah pulang, ia menelepon istrinya, Reshma Tamboli (35). 

‘’Itu percakapan biasa saja. Saya menanyakan apakah dia sudah makan malam dan menjawab setengah jam lagi,’’ kata Reshma seperti diberitakan Aljazirah, Senin (24/7/2023). Ia tak menyangka, itulah percakapan terakhir dengan suaminya. 

Sekitar 22.30, truk Rafiq dicegat dan dihentikan oleh cow vigilante yaitu sekelompok pemeluk Hindu bersenjatakan tongkat atau senjata lain yang mengawasi kendaraan yang mengangkut daging sapi atau ternak untuk mencegah penyembelihan sapi. Sapi dianggap suci oleh mereka. 

Pencegatan terjadi di jalan bebas hambatan dekat Desa Ravangaon, Daund. Sejak itu, ia tak diketahui nasibnya, apakah masih hidup atau meninggal. Saat Rafiq tak kembali malam itu, Reshma terus menghubunginya tetapi teleponnya mati. 

Setelah tiga hari tak ada kabar, ia bergegas ke kantor polisi Chunabhatti, Mumbai untuk melaporkan kasus ini.’’Polisi menelepon orang yang mempekerjakan Rafiq, saat itulah mereka menyatakan suami sama saya dicegat cow vigilante.’’

Reshma akhirnya memutuskan pergi kantor polisi di Daund, tempat truk yang dikendarai Rafiq terparkir di sana.’’Polisi mengatakan, pengemudi truk melarikan diri,’’ katanya. Kelompok pencegat memberikan pernyataan tertulis atas nama Shiv Shankar Swami.

Dalam pernyataan itu, Swami (27) mendapatkan informasi dari sumbernya pada 17.00, ada sebuah truk membawa daging sapi ke Mumbai. Ia kemudian mengumpulkan beberapa anggota Akhil Bhartiya Krishi Gauseva Sangh (All India Agriculture Cow Service Organisation).

Mereka menunggu Rafiq  di Desa Ravangaon, Daund sepanjang jalan bebas hambatan Pune-Solapur. Pukul 22.30, menurut pernyataan Swami, mereka memberi tanda untuk berhenti. Rafiq melihat kelompok ini lalu melarikan diri dan mereka tak berhasil menangkapnya. 

Swami mengeklaim, truk itu membawa dua ton daging sapi dan banteng yang ditutup es. Mereka lalu menelepon polisi dan meminta mereka menyita truk. ‘’Tapi mengapa dia tak pulang selama dua tahun?’’ tanya Reshma. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement