Kamis 27 Jul 2023 15:56 WIB

Presiden Prancis Peringatkan Ada Imperialisme Baru di Pasifik

AS dan sekutu berusaha mencegah negara Pasifik jalin hubungan keamanan dengan Cina.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Foto: EPA-EFE/FILIP SINGER
Presiden Prancis Emmanuel Macron.

REPUBLIKA.CO.ID, PORT VILLA -- Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa ada imperialisme baru di Pasifik. Dalam pidatonya di Vanuatu, Macron mengatakan, Prancis akan bekerja "bahu-membahu" dengan negara-negara di kawasan Pasifik untuk mempertahankan kemerdekaan mereka.

“Ada di Indo-Pasifik, terutama di Oseania, imperialisme baru muncul dan logika kekuatan yang mengancam kedaulatan banyak negara, yang terkecil dan seringkali yang paling rapuh,” kata Macron, tanpa menyebut nama negara yang dimaksud.

Baca Juga

Macron adalah presiden Prancis pertama yang menginjakkan kaki di negara kepulauan Pasifik sejak pemimpin perang Charles de Gaulle. Prancis memiliki wilayah kepulauan yang mencakup Indo-Pasifik termasuk Polinesia Prancis. Prancis telah meningkatkan hubungan pertahanan dengan India dan negara-negara lain di kawasan itu sebagai bagian dari langkah untuk melawan pengaruh Cina.  

“Dunia modern mengguncang kedaulatan dan kemerdekaan Indo-Pasifik. Pertama, karena predasi kekuatan besar. Kapal asing menangkap ikan secara ilegal di sini. Di kawasan ini, banyak pinjaman dengan kondisi Leonine mencekik pembangunan," ujar Macron.

Cina telah menjadi pemberi pinjaman infrastruktur utama bagi negara-negara Kepulauan Pasifik termasuk Vanuatu selama dekade terakhir. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), kreditur terbesar Vanuatu adalah bank EXIM Cina, yang menyumbang sepertiga dari utang mereka. 

Washington telah meningkatkan patroli dan pengawasan Penjaga Pantai AS untuk penangkapan ikan ilegal di pulau-pulau Pasifik. Washington khawatir dengan ambisi angkatan laut Cina di Pasifik.

Penasihat Macron mengatakan, Prancis dapat menjadi alternatif dan membantu negara-negara kepulauan Pasifik mendiversifikasi kemitraan mereka agar tidak terlalu bergantung pada satu negara. Setelah berkunjung ke Vanuatu, Macron dijadwalkan tiba di Papua Nugini pada Kamis (27/7/2023) malam. Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin telah berada di Papua Nugini pada Kamis.

Pada Mei, AS dan Papua Nugini (PNG) menandatangani perjanjian pertahanan yang menetapkan kerangka kerja bagi Washington untuk memperbarui pelabuhan dan bandara PNG untuk penggunaan militer dan sipil.

Amerika Serikat dan sekutunya berusaha mencegah negara-negara Kepulauan Pasifik menjalin hubungan keamanan dengan Cina. Ini menjadi kekhawatiran yang meningkat di tengah ketegangan atas Taiwan. 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement