Kamis 27 Jul 2023 16:31 WIB

Perdana, Jepang-Prancis Lakukan Latihan Jet Tempur Bersama

Prancis telah mengirim dua pesawat tempur Rafale.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
 Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida
Foto: AP/Francois Mori
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang dan Prancis memulai latihan jet tempur pertama kali dalam sejarah pada Kamis (27/7/2023). Latihan ini akan berlanjut hingga Sabtu (29/7/2023)

Prancis telah mengirim dua pesawat tempur Rafale dari Angkatan Udara dan Luar Angkasa Prancis. Sementara tiga jet tempur F-15 dan dua jet tempur F-2 dari Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF) berpartisipasi dalam latihan bersama di barat daya Jepang. Pesawat bahan bakar udara dan pesawat angkut dari negara-negara tersebut juga menyertai jet tersebut.

Baca Juga

Jet tempur Prancis mencapai Pangkalan Udara Nyutabaru di provinsi Miyazaki sehari sebelum penyelenggaraan kegiatan bersama. Sebelum kegiatan bersama Prancis, Angkatan Udara Jepang telah mengadakan latihan jet tempur bersama dengan Jerman dan India sejak tahun lalu. Latihan gabungan serupa dengan Italia dan Australia dijadwalkan pada Agustus.

Bulan lalu, muncul laporan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuarakan keberatannya terhadap rencana Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mendirikan kantor di Jepang dengan mengatakan itu akan menjadi kesalahan besar. Keberadaan kantor ini akan menjadi yang pertama di Asia.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kemitraan tersebut pada Januari. Mereka telah mengakui bahwa perang Rusia di Ukraina dan kolaborasi militernya dengan Cina telah menciptakan lingkungan keamanan yang paling parah dan kompleks sejak akhir Perang Dunia II. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement