Sabtu 29 Jul 2023 06:45 WIB

Malaysia: Aksi Penyerbuan Pemukim Yahudi Israel Nodai Kesucian Al Aqsa

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menggeruduk kompleks Masjid Al Aqsa.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya
 Ratusan pemukim Yahudi yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menggeruduk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem
Foto: AP
Ratusan pemukim Yahudi yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menggeruduk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia mengutuk aksi penyerbuan ratusan pemukim Yahudi yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke kompleks Masjid Al Aqsa. Negeri Jiran menyatakan tindakan tersebut menodai kesucian Al-Aqsa. 

“Serbuan itu adalah provokasi yang jelas dan penodaan kesucian Masjid Al-Aqsa,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Malaysia dalam sebuah pernyataan, Jumat (28/7/2023), dikutip Anadolu Agency

Baca Juga

Guna menjaga perdamaian dan stabilitas, Malaysia mendesak komunitas international menuntut pertanggungjawaban Israel atas tindakan agresifnya. “Malaysia tidak akan pernah memaafkan upaya apa pun oleh pasukan pendudukan (Israel) yang bertujuan mengubah status historis serta hukum Yerusalem dan al-Haram al-Sharif atau mengakui hasil apa pun dari tindakan ilegal tersebut,” kata Kemlu Malaysia. 

Selain Malaysia, beberapa negara Muslim lainnya seperti Arab Saudi, Kuwait, Yordania, termasuk Indonesia, turut mengecam aksi penyerbuan ratusan pemukim Yahudi yang dipimpin Itamar Ben-Gvir ke kompleks Al Aqsa. “Untuk kesekian kalinya, Israel melakukan aksi provokasi yang dapat memperburuk stabilitas dan situasi keamanan di kawasan. Indonesia mengecam aksi provokasi Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa sebagai pelanggaran hukum internasional dan status quo Yerusalem,” tulis Kemlu RI lewat akun Twitter resminya, Jumat lalu.

Indonesia mendesak Israel menghormati status quo Yerusalem dan menghentikan segala tindakan yang semakin memperkeruh kondisi keamanan di kawasan. “Indonesia juga menekankan kembali pentingnya proses perdamaian Palestina-Israel berdasarkan solusi dua negara sesuai parameter internasional,” kata Kemlu RI.

Pada Kamis (27/7/2023) lalu ratusan pemukim Yahudi yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menggeruduk kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Para pemukim masuk melalui Gerbang Maghrebi, kemudian melakukan doa atau ritual Talmud di bawah penjagaan pasukan keamanan Israel.

 

“Tempat ini penting bagi kita dan kita harus kembali ke sana dan membuktikan kedaulatan kita. Persatuan bangsa Israel itu penting,” ujar Ben-Gvir dalam sebuah pesan video, dikutip Middle East Monitor.

Selama Ben-Gvir dan ratusan pemukim Yahudi melaksanakan kegiatannya, pasukan Israel mencegat warga Palestina yang ingin menunaikan salat memasuki kompleks Al Aqsa. Pasukan Israel menghalau mereka di gang-gang Kota Tua Yerusalem yang mengarah ke situs tersuci ketiga umat Islam tersebut.

Sejak pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilantik pada Desember 2022, Ben-Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan dan anti-Arab, telah tiga kali memasuki kompleks Al Aqsa. Dua kunjungan sebelumnya terjadi pada Januari dan Mei lalu. Kedatangan Ben-Gvir ke kompleks Al Aqsa selalu dikecam oleh negara-negara Arab dan Muslim karena dianggap provokatif serta mengabaikan kesucian situs Islam tersebut. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement