Jumat 04 Aug 2023 00:50 WIB

Jembatan Jalan Raya Runtuh Akibat Banjir di Cina

Cina menghadapi banjir yang dipicu oleh hujan lebat di beberapa bagian negara.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha
Tim penyelamat menggunakan perahu karet mengevakuasi warga yang terjebak melalui banjir di Zhuozhou di provinsi Hebei, China utara, selatan Beijing, Rabu, 2 Agustus 2023.
Foto: AP Photo/Andy Wong
Tim penyelamat menggunakan perahu karet mengevakuasi warga yang terjebak melalui banjir di Zhuozhou di provinsi Hebei, China utara, selatan Beijing, Rabu, 2 Agustus 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Jembatan jalan raya di Cina utara runtuh akibat banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat. Dua mobil jatuh ke sungai, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga Kamis (3/8/2023) sore.

Menurut laporan Beijing News, Jembatan yang melintasi Sungai Mayi runtuh di sepanjang Jalan Raya Harbin-Mudanjiang di provinsi Heilongjiang. Gambar yang diterbitkan oleh media lokal menunjukkan dua mobil yang rusak parah mengambang di air.

Baca Juga

Jembatan itu, menurut oritas jalan, runtuh sekitar pukul 08.50 waktu setempat. Operasi penyelamatan sedang berlangsung, dan bagian dari jalan raya telah ditutup.

Cina menghadapi banjir yang dipicu oleh hujan lebat di beberapa bagian negara. Otoritas cuaca mengatakan, ibu kota Beijing mencatat curah hujan terberatnya dalam setidaknya 140 tahun selama beberapa hari terakhir karena sisa-sisa Topan Doksuri membanjiri wilayah itu. Dampak dari topan ini mengubah jalan menjadi kanal tempat kru darurat menggunakan perahu karet untuk menyelamatkan penduduk yang terlantar.

Jumlah korban meningkat menjadi 22 orang. Sebanyak dua orang dari tim pencari gugur dalam proses melakukan evakuasi korban yang terdampak banjir.

Salah satu daerah yang paling terpukul adalah Zhuozhou, sebuah kota kecil di provinsi Hebei yang berbatasan dengan barat daya Beijing. Sekitar 1.000 petugas penyelamat dikirim ke kota itu, dan lebih dari 125 ribu orang dievakuasi.

Sedangkan di Heilongjiang, jembatan jalan raya runtuh, ketinggian air di Sungai Mayi melebihi batas aman sebesar 50 sentimeter. Laporan tersebut menunjukkan risiko banjir yang berkelanjutan. Sementara itu, di provinsi Shandong timur, pihak berwenang juga memperingatkan risiko banjir karena ketinggian air di Sungai Zhangwei terus meningkat.

Cina sebagian besar terhindar dari Topan Khanun yang menyerang Jepang pada Kamis. Topan tersebut merusak rumah dan mematikan listrik di Okinawa dan pulau-pulau lain.

Pusat Meteorologi Nasional Cina awalnya memperkirakan topan itu akan mendarat di tenggara provinsi Zhejiang. Namun topan akan membawa angin kencang dan hujan ke pantai Zhejiang hingga Kamis malam hingga Jumat (4/7/2023) pagi, tetapi bergerak kembali ke Jepang pada malam hari karena intensitasnya secara bertahap akan melemah. 

 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement