Sabtu 05 Aug 2023 21:15 WIB

Sepanjang Juli, 147 Warga Cina Jadi Korban Bencana Alam

Cina mengaktifkan keadaan darurat iingkat 4 di banyak provinsi akibat hujan lebat.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha
Sisa dari Topan Doksuri melepaskan banjir terbesar dalam satu dekade di beberapa bagian Cina utara.
Foto: AP
Sisa dari Topan Doksuri melepaskan banjir terbesar dalam satu dekade di beberapa bagian Cina utara.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Bencana alam di Cina berdampak pada hampir 16 juta orang dan mengakibatkan 147 kematian pada Juli. Selama periode yang sama, 703 ribu orang segera dipindahkan dan dimukimkan kembali karena bencana.

Menurut Kementerian Manajemen Darurat Cina dikutip dari Anadolu Agency, bencana tersebut juga menyebabkan 4.300 rumah roboh, 8.400 rumah rusak berat, dan 40 ribu rumah rusak ringan. Ribuan hektar lahan pertanian juga terkena dampak bencana alam, yang mengakibatkan kerugian ekonomi langsung sebesar 41 miliar yuan.

Baca Juga

Beijing menanggapinya dengan mengaktifkan keadaan darurat iingkat 4 di banyak provinsi akibat hujan lebat dan banjir. Gugus tugas telah dikirim untuk membantu dan memberikan dukungan kepada orang-orang yang terkena dampak.

Kementerian Keuangan dan Kementerian Sumber Daya Air mengalokasikan 450 juta yuan sebagai tanggapan untuk mendukung upaya pencegahan banjir. Dana itu juga digunakan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak di wilayah Beijing, Tianjin, dan Hebei.

Sepanjang Agustus, wilayah tersebut diperkirakan akan menerima lebih banyak curah hujan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Suhu diperkirakan setara atau melebihi catatan sejarah untuk periode yang sama.

Cina telah menyaksikan curah hujan tertinggi dalam 140 tahun sejak Topan Doksuri melanda negara itu pada pekan lalu. Sedangkan di wilayah Cina barat laut, gelombang panas 10 hari diperkirakan  dimulai Jumat (4/8/2023), dengan suhu mencapai 40 derajat celcius di beberapa daerah.

Saat ini wilayah kota-kota di timur laut Cina masih berhadapan dengan dampak banjir dari Topan Doksuri. Hujan terus turun di Shulan sejak 1 Agustus, dengan beberapa area mencapai 489 mm, lima kali lipat dari rekor sebelumnya. Padahal menurut para ahli, dampak topan jarang terjadi di timur laut Cina, dengan sebagian besar topan bergerak ke barat atau barat laut setelah mendarat. 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement