Ahad 06 Aug 2023 10:14 WIB

Akankah AS-Iran Mengulang ‘Tanker War’ di Selat Hormuz?

Apa urusan Amerika dengan Teluk Persia, Teluk Oman, dan Samudra India?

 Foto dari Garda Revolusi menunjukkan  militer Iran menembakkan rudal dengan target tiruan kapal induk AS di Selat Hormuz, 28 Juli 2020.
Foto: EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY
Foto dari Garda Revolusi menunjukkan militer Iran menembakkan rudal dengan target tiruan kapal induk AS di Selat Hormuz, 28 Juli 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran terus membekali angkatan laut Garda Revolusi dengan beragam senjata. Langkah ini ditempuh untuk merespons kehadiran militer AS di Selat Hormuz yang menjadi lalu lintas kapal-kapal pembawa minyak dan gas cair dunia. 

Kantor berita Iran, IRNA melaporkan bekal senjata untuk  Garda Revolusi yang beroperasi di Selat Hormuz termasuk beragam tipe drone dan beberapa ratus rudal balistik dan jelajah dengan jangkauan jarak dari 300 km hingga 1.000 km. 

Baca Juga

Komandan AL Garda Revolusi Alireza Tangsiri menyatakan rudal-rudal baru ini punya presisi lebih baik seperti rudal jarak jauh. ‘’Rudal penjelajah ini mampu menyerang sasaran secara simultan dan perintah bisa diubah setelah rudal mengudara,’’ katanya, Sabtu (5/8/2023).

Pada Rabu lalu, Garda Revolusi melakukan latihan militer mengejutkan, sebab mereka menggelarnya di pulau-pulau sengketa. Sejumlah unit dikerahkan dalam latihan ini di antaranya kapal cepat berukuran kecil, paratroopers, dan unit rudal. 

Keputusan melengkapi persenjataan AL Garda Revolusi, ditempuh setelah militer AS menawarkan pengawalan bersenjata di kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Untuk kepentingan itu, militer AS melatih personel yang ada di Timur Tengah. 

Selat Hormuz memiliki panjang 39 km, jalur penting transportasi minyak dunia, membentuk jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Ini satu-satunya rute ke laut bebas bagi lalu lintas seperenam minyak dan dua pertiga gas cair dunia. 

Pertimbangan AS melakukan pengawalan bersenjata karena banyak kapal melintas di perairan tersebut ditahan militer Iran.  Potensi hadirnya pengawalan oleh militer AS mendapat tanggapan dari juru bicara angkatan bersenjata Iran, Brigjen Abolfazl Shekarchi

Ia menegaskan, negara-negara kawasan yang berada di sekitar perairatan Selat Hormuz mampu menjaga secara penuh perairan tersebut tanpa harus ada campur tangan pihak lain. Mestinya, AS tak mengurusi masalah keamanan di sana. 

‘’Apa urusan Amerika dengan Teluk Persia, Teluk Oman, dan Samudra India? Apa urusan Anda di sini?,’’ tanya Shekarchi seperti dikutip kantor berita semi resmi, Tasnim yang dilansir laman berita Aljazirah, Sabtu (5/8/2023).

sumber : AP/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement