Ahad 06 Aug 2023 13:45 WIB

Rusia Tuduh Ukraina Gunakan Bom Tandan dalam Serangan Terbaru

Serangan Rusia membuat gedung universitas Ukraina terbakar.

Rep: Lintar satria/ Red: Friska Yolandha
Pekerja kota membersihkan puing-puing di atap Universitas No. 47 yang rusak akibat serangan roket Rusia di Kramatorsk, Ukraina, Senin, 9 Januari 2023.
Foto: AP Photo/Evgeniy Maloletka
Pekerja kota membersihkan puing-puing di atap Universitas No. 47 yang rusak akibat serangan roket Rusia di Kramatorsk, Ukraina, Senin, 9 Januari 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, DONETSK -- Badan layanan darurat di Kota Donetsk yang dikuasai Rusia mengatakan api membakar atap kayu gedung universitas di kota itu. Pemerintah yang ditempatkan Rusia di kota Ukraina tersebut api ditimbulkan tembakan pasukan Ukraina.

"Hasil dari serangan terbaru di Donetsk, gedung pertama Universitas Ekonomi dan Perdagangan terbakar," kata Wali Kota yang ditempatkan Rusia di Donetsk, Alexei Kulemzin di aplikasi kirim pesan Telegram, Sabtu (5/8/2023).

Baca Juga

"Kami menggunakan 12 tangki air, tiga tangga dan 100 pemadam kebakaran," kata menteri darurat yang ditempatkan Rusia, Alexei Kostrubitsky di daerah yang Moskow sebut Republik Rakyat Donetsk.

"Seluruh atap terbakar," katanya.

Kostrubitsky mengatakan kebakaran terjadi karena pasukan Ukraina menggunakan bom tandan dalam serangannya. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara mandiri.

Kedua belah pihak menggunakan bom tandan dalam invasi Rusia ke Ukraina yang kini sudah berlangsung selama 17 bulan. Ukraina menerima bom tandan dari Amerika Serikat (AS) bulan lalu.

Kiev berjanji hanya menggunakan senjata itu untuk membubarkan konsentrasi pasukan musuh. Belum ada komentar dari Ukraina mengenai tuduhan terbaru Rusia. Kedua belah pihak selalu membantah mengincar warga dan infrastruktur sipil.

Kostrubitsky mengatakan tidak ada orang di dalam gedung saat serangan terjadi. "Hal yang paling sulit atapnya dari kayu, jadi api menyebar dengan cepat," katanya.

Kantor berita Rusia, RIA mengutip Kostrubitsky dan badan layanan darurat yang mengatakan api menyebar ke area sekitar 1.800 meter persegi sebelum akhirnya berhasil ditahan pada Ahad (6/8/2023) pagi.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement