Jumat 11 Aug 2023 18:58 WIB

Kepala Polisi Irlandia Utara Minta Maaf Atas Kebocoran Data Pribadi Petugas dan Staf

Lebih dari 10.000 data informasi pribadi petugas dan staf kepolisian bocor ke publik.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Hacker (ilustrasi). Sebanyak lebih dari 10.000 data informasi pribadi petugas dan staf kepolisian telah bocor ke publik.
Foto: pixabay
Hacker (ilustrasi). Sebanyak lebih dari 10.000 data informasi pribadi petugas dan staf kepolisian telah bocor ke publik.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perwira tinggi polisi Irlandia Utara pada Kamis (10/8/2023) meminta maaf atas pelanggaran data pribadi. Sebanyak lebih dari 10.000 data informasi pribadi petugas dan staf kepolisian telah bocor ke publik.

Insiden ini sangat sensitif mengingat situasi keamanan yang sulit di Irlandia Utara. Sejauh ini, Irlandia Utara masih berusaha mengatasi kekerasan sektarian selama puluhan tahun yang dikenal sebagai The Troubles

Baca Juga

Dua puluh lima tahun setelah perjanjian damai yang mengakhiri kekerasan, banyak petugas polisi terus melindungi identitas mereka karena ancaman terus-menerus dari elemen pembangkang dan serikat pekerja.

Kepala Polisi, Simon Byrne mengatakan kepada wartawan, pembangkang republik mengklaim memiliki informasi tentang petugas polisi yang beredar di WhatsApp setelah insiden tersebut. Pihak berwenang memberikan nasehat kepada petugas dan staf tentang bagaimana menghadapi risiko lebih lanjut.

“Skenario kasus terburuk awal yang telah kami tangani adalah bahwa pihak ketiga akan berusaha mendapatkan data ini untuk mengintimidasi, merusak, atau bahkan membahayakan petugas dan staf kami,” kata Byrne setelah dia menghadiri pertemuan darurat Dewan Kepolisian Irlandia Utara di Belfast.

Pelanggaran data terjadi pada Selasa (8/8/2023) ketika pasukan menanggapi permintaan Kebebasan Informasi yang mencari informasi tentang jumlah petugas dan staf dari semua pangkat dan tingkatan di seluruh Layanan Polisi Irlandia Utara.  Tanggapan tersebut secara tidak sengaja menyertakan tabel yang berisi nama belakang, inisial, lokasi, dan departemen untuk semua karyawan, beserta informasi yang diminta.

Pelanggaran kedua yang terjadi pada Juli terungkap pada Rabu (9/8/2023). Pelanggaran itu melibatkan pencurian dokumen termasuk spreadsheet yang berisi nama lebih dari 200 petugas dan staf yang bertugas, serta laptop dan radio yang dikeluarkan polisi.

Federasi Polisi untuk Irlandia Utara, yang mewakili perwira tinggi, mengatakan, mereka kebanjiran panggilan telepon dari petugas yang khawatir setelah pelanggaran data itu terjadi. 

 

sumber : AP

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement