Ahad 13 Aug 2023 22:10 WIB

Agar tak Diusik Iran, AS Ingatkan Kapal Komersial Hindari Selat Hormuz

UKMTO mewaspadai meningkatnya ancaman di wilayah sekitar Selat Hormuz.

Kapal tanker Niovi berbendera Panama dikepung kapal Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz, Rabu (3/5/2023).
Foto: U.S. Navy via AP
Kapal tanker Niovi berbendera Panama dikepung kapal Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz, Rabu (3/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI – Koalisi Angkatan Laut pimpinan AS mengingatkan kapal-kapal komersial agar tak melewati Selat Hormuz. Peringatan ini disampaikan agat tak terjadi penahanan kapal-kapal komersial oleh pasukan Garda Revolusi Iran di wilayah perairan tersebut. 

Iran menahan beberapa tanker pada akhir April dan awal Mei lalu. Selat Hormuz merupakan lalu lintas penting bagi minyak dunia. Sekitar 20 persen kapal pembawa minyak mentah dan produk minyak melewati Selat Hormuz. 

Baca Juga

International Maritime Security Construct, organisasi maritim yang didukung AS memberitahu agar kapal-kapal komersial berhati-hati demi mengurangi risiko penahanan oleh Iran. Penilaian berdasarkan keadaan riil perairan tersebut

‘’Kapal-kapal komersial diimbau untuk transit sejauh mungkin dari wilayah perairan Iran,’’ Timothy Hawkins, juru bicara Fifth Fleet AS yang berbasis di Bahrain, Sabtu (12/8/2023) tengah malam. Sayangnya, ia enggan menyampaikan penjelasan secara terperinci. 

Secara terpisah, perusahaan intelijen swasta, Ambrey mengungkapkan, organisasi pengawas pelayaran yang dipimpin Uni Eropa, juga mengingatkan mengenai kemungkinan serangan pada kapal dagang di Selat Hormuz dalam 12 hingga 72 jam ke depan. 

Ambrey mendorong semua pihak berlaku cermat. ’’Sebelumnya, setelah ada peringatan seperti itu, sebuah kapal dagang ditahan pihak berwenang Iran dengan dalih palsu.’’ Misi UE yang disebut European Maritime Awareness in the Strait of Hormuz, belum merespons isu ini. 

Beberapa jam kemudian United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), yang biasanya memberikan notifikasi kepada kapal-kapal komersial yang berlayar di Teluk Persia, akhirnya menyampaikan peringatan senada. 

‘’UKMTO mewaspadai meningkatnya ancaman di wilayah sekitar Selat Hormuz. Semua kapal yang transit diimbau berhati-hati dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada UKMTO,’’ demikian pernyataan UKMTO. 

sumber : AP/Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement