Senin 14 Aug 2023 14:01 WIB

Iran Bantu Danai Jihad Islam Melawan Militer Israel

Iran menyatakan bantuan untuk kelompok perlawanan Palestina kewajiban internasional.

Kendaraan militer Israel melintasi jalan saat bentrok dengan kelompok perlawanan Palestina di Jenin, Tepi Barat, pada 4 Juli 2023.
Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
Kendaraan militer Israel melintasi jalan saat bentrok dengan kelompok perlawanan Palestina di Jenin, Tepi Barat, pada 4 Juli 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JENIN –  Duduk di bangunan sarat bekas peluru di Jenin, Tepi Barat, dua pejuang dari Jihad Islam, merayakan kemenangan Palestina atas operasi militer besar-besaran Israel di Tepi Barat dalam beberapa dekade terakhir. 

Sementara, komandan pasukan Israel menyatakan dua hari serangan ke Jenin pada 3-4 Juli lalu juga sebagai kemenangan. Mereka berhasil menyita banyak senjata dan menghancurkan infrasruktur yang digunakan Jihad Islam, yang dibiayai Iran, 

Baca Juga

Ditanya apakah Iran melatih dan menyediakan dana serta dukungan lain ke Jihad Islam, misi Iran untuk PBB di New York, AS memberikan jawaban melalui surat elektronik. 

‘’Bantuan kami untuk kelompok perlawanan Palestina berdasarkan permintaan. Ini kewajiban internasional semua negara untuk memberdayakan dan membela kelompok-kelompok ini melawan pendudukan dan pasukan Israel,’’ demikian pernyataan Iran.

Juru bicara Jihad Islam, Daoud Shehab menyatakan, bukan rahasia lagi bahwa kelompok perlawanan ini mendapatkan dukungan dari Iran. Namun, ia menegaskan "Tak ada hubungan langsung antara Iran dengan apa yang terjadi di Jenin atau wilayah manapun di Palestina.’’

Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi pada 7 Agustus lalu menyatakan,’’Iran berusaha mengalungkan jerat di leher kami’’ melalui kelompok seperti Jihad Islam dan Hamas di Tepi Barta serta Hizbullah, proksi di Lebanon. 

Meski kelompok perlawanan ini berterus terang mengenai aliran dana yang datang dari Iran untuk mereka, puluhan anggota kelompok perlawanan menegaskan pertempuran di Tepi Barat bersifat lokal. Dipicu kemarahan atas pendudukan Israel atas Palestina. 

‘’Kami anak-anak Jenin,’’ kata salah satu pejuang dari Jihad Islam yang menyebut dirinya Abu Salah. Laki-laki langsing berjenggot dengan usia 36 tahun ini menyatakan, dirinya, dan rekan-rekan lainnya merasa tak punya pilihan.

"Kami dikepung, di bawah serangan. Kami tak punya pilihan kecuali mengangkat senjata,’’ kata Salah seperti diberitakan Reuters, Senin (14/8/2023). Ia menambahkan, benar Jihad Islam adalah faksi utama tetapi yang paling penting semuanya merasa sebagai anak-anak Jenin.

Jihad Islam merupakan salah satu faksi di Palestina yang bersumpah menghancurkan Israel dan menggantikannya menjadi negara Islam. "Tujuan kami hampir sama dengan Jihad Islam tetapi motivasi kami bermula dari Jenin,’’ ujarnya. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement