Kamis 17 Aug 2023 14:12 WIB

Warga Hawaii Murka Lihat Turis tak Punya Empati

Para turis tetap menikmati pantai tropis Maui meski pulau tersebut hangus dilalap api

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Para turis dinilai tak memiliki empati dan kepedulian dengan kondisi kebakaran yang melanda Hawaii
Foto: AP Photo/Ty ONeil)
Para turis dinilai tak memiliki empati dan kepedulian dengan kondisi kebakaran yang melanda Hawaii

REPUBLIKA.CO.ID, LAHAINA -- Pemandangan yang tidak biasa dari para turis yang menikmati pantai tropis Maui, telah menimbulkan kemarahan warga lokal pulau tropis ini. Para turis dinilai tak memiliki empati dan kepedulian dengan kondisi kebakaran yang melanda pulau tersebut. Apalagi tim pencarian serta penyelamat masih berusaha menyisir reruntuhan bangunan dan perairan untuk mencari korban kebakaran hutan yang tersisa.

Bencana ini menjadi situasi yang paling mematikan di Amerika Serikat dalam lebih dari satu abad terakhir. Penduduk setempat murka dengan sikap turis yang tetap berwisata meski Hawaii sedang porak poranda karena si jago merah. Mereka melampiaskan kemarahan mereka di media sosial.

Baca Juga

Warga lokal mengunggah video turis yang sedang menikmati aktivitas liburan seperti snorkeling dan menikmati liburan. Sementara penyintas warga lokal jumlah korban tewas di kota resor bersejarah Lahaina melewati angka 100 orang dan terus bertambah setiap harinya.

"Komunitas kami membutuhkan waktu untuk sembuh, berduka, dan memulihkan diri," ujar aktor asal Hawaii, Jason Momoa, di Instagram, dan mengimbau para turis untuk membatalkan perjalanan mereka.

Pihak berwenang dan pelaku bisnis menyambut baik kedatangan para pelancong, dengan mengatakan bahwa hal ini akan mengurangi dampak terhadap perekonomian pulau yang sangat bergantung pada pariwisata. Industri ini merupakan "mesin ekonomi" Maui, yang menghasilkan 80 persen dari kekayaannya, menurut dewan pembangunan ekonomi pulau tersebut.

Ketika Maui memulai pemulihan yang panjang dan menyakitkan dari kebakaran, para pejabat bergulat dengan cara menyeimbangkan kebutuhan mendesak penduduk akan perumahan dan sumber daya dengan kesehatan keuangan jangka panjang pulau itu.

Gubernur Hawaii Josh Green mengenang bagaimana pandemi Covid-19 telah memaksa negara bagian tersebut untuk mempertimbangkan turis masuk. Pelarangan terhadap turis sama dengan kerugian ekonomi pada warga Hawaii itu sendiri.

"Semua orang harus bertahan hidup, dan kami tidak bisa membiarkan mereka tidak memiliki pekerjaan atau tidak memiliki masa depan untuk anak-anak kami. Ketika Anda membatasi perjalanan ke suatu wilayah, Anda benar-benar menghancurkan penduduk setempat dengan berbagai cara, lebih dari siapa pun," kata Green.

Pariwisata Hawaii telah terpukul...

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement