Sabtu 19 Aug 2023 17:15 WIB

Rusia Jatuhkan Sanksi Terhadap Jaksa ICC dan Menteri Inggris

Rusia mengecam dukungan militer Inggris ke Ukraina.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Pemandangan tampak luar Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, Rabu, 31 Maret 2021. Penuntut Pengadilan Kriminal Internasional telah memberi tahu kombatan dan komandan mereka bahwa dia sedang memantau invasi Rusia ke Ukraina dan memiliki yurisdiksi untuk menuntut kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Foto: AP/Peter Dejong
Pemandangan tampak luar Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, Rabu, 31 Maret 2021. Penuntut Pengadilan Kriminal Internasional telah memberi tahu kombatan dan komandan mereka bahwa dia sedang memantau invasi Rusia ke Ukraina dan memiliki yurisdiksi untuk menuntut kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia pada Jumat (18/8/2023) menjatuhkan sanksi terhadap jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), serta menteri Inggris yang menentang keras serangan Moskow di Ukraina. Rusia mengecam dukungan militer Inggris ke Ukraina dan perintah penangkapan terhadap Presiden Vladimir Putin oleh ICC.

"Kementerian Luar Negeri mengecam dukungan militer yang tak tergoyahkan dari London ke Kiev dan implementasi agresif kebijakan anti-Rusia yang bermusuhan," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, dilaporkan Al Arabiya.

Baca Juga

Jaksa ICC, Karim Khan yang berkebangsaan Inggris, mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Putin pada Maret atas tuduhan mendeportasi anak-anak Ukraina secara tidak sah. Rusia, yang bukan anggota ICC, menegaskan surat perintah penangkapan itu tidak berlaku.

Pada Mei, Rusia menempatkan jaksa Khan dalam daftar orang yang dicari atas penerbitan surat perintah penangkapan. Namun ancaman ini tidak akan mempengaruhi proses hukum terhadap Putin.

Rusia mengatakan, sebanyak 54 orang telah ditambahkan ke daftar sanksi yang menargetkan warga negara Inggris. Mereka termasuk Menteri Olahraga Lucy Fraser yang secara aktif mendorong isolasi olahraga internasional Rusia, dan Wakil Menteri Pertahanan Inggris Annabel Goldie, yang bertanggung jawab mengirimkan senjata ke Ukraina.

Rusia juga menjatuhkan sanksi kepada jurnalis dari media Inggris yaitu BBC, Guardian dan Daily Telegraph, yang dituduh terlibat dalam menyebarkan informasi palsu tentang Rusia. Media Inggris tersebut juga mendukung kegiatan informasi dan propaganda oleh Kiev. Sejak pecahnya konflik di Ukraina pada Februari 2022, London telah menjadi salah satu pendukung keuangan dan militer utama Kiev. 

Rusia mengeluarkan perintah penahanan ...

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement