Sabtu 26 Aug 2023 13:51 WIB

AS Tegaskan Kembali Dukungan Terhadap Pembuangan Limbah Air Radioaktif Fukushima

Jepang mulai membuang limbah air radioaktif PLTN Fukushima ke laut.

Pemandangan dari udara ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di Fukushima, Jepang utara, Kamis, (24/8/2023).
Foto: Kyodo News via AP
Pemandangan dari udara ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di Fukushima, Jepang utara, Kamis, (24/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS), Jumat (25/8/2023), menegaskan kembali dukungannya terhadap pelepasan air radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang yang hancur di Fukushima, menyebutnya aman dan transparan.

Matthew Miller, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, juga mengatakan bahwa AS senang dengan tingkat transparansi yang diperlihatkan Jepang menjelang pelepasan air yang dimulai pada Kamis (waktu Jepang).

Baca Juga

"Jepang telah bersikap terbuka dan transparan dalam upaya mengelola situs Fukushima Daiichi dan pembuangan air olahan secara bertanggung jawab, secara pro-aktif berkoordinasi dengan ilmuwan dan mitra dari seluruh kawasan Indo-Pasifik serta dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang menyimpulkan bahwa proses yang dilakukan Jepang aman dan konsisten dengan standar keselamatan nuklir yang diterima secara internasional," kata juru bicara Deplu AS dalam rilis pernyataan.

Namun pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran dan penolakan dari negara-negara tetangga Jepang, serta populasi nelayan Jepang, bahwa pelepasan air olahan ke Samudera Pasifik mungkin mempunyai dampak jangka panjang yang tidak dapat diubah terhadap lingkungan dan manusia.

Juru bicara Deplu AS bersikeras bahwa Tokyo telah transparan dalam keputusannya untuk melepaskan air olahan tersebut."Seperti yang disampaikan Menteri Blinken pada 15 Agustus, Amerika Serikat puas dengan proses Jepang yang aman, transparan, dan berbasis ilmu pengetahuan," katanya.

"Kami menyambut baik transparansi dan keterlibatan Jepang yang berkelanjutan dengan IAEA serta pemangku kepentingan regional," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement