Kamis 07 Sep 2023 07:30 WIB

Petugas Tangkap Penghancur Tembok Besar Cina

Area yang dibobol adalah bagian yang rusak, jauh dari bagian yang telah direstorasi

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Tembok Cina dihancurkan oleh sepasang pekerja konstruksi
Foto: AP
Tembok Cina dihancurkan oleh sepasang pekerja konstruksi

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Tembok Besar Cina pernah ditembus oleh Jenghis Khan. Kini diduga sepasang pekerja konstruksi bernama Zheng dan Wang melakukan hal yang sama.

Pihak berwenang di Cina menangkap dua orang tersebut karena menembus dan menghancurkan tembok Cina. Area yang dibobol adalah bagian yang rusak, jauh dari bagian yang telah direstorasi yang dikenal oleh sebagian besar turis Cina dan asing.

Baca Juga

Pemerintah wilayah Youyu, ratusan kilometer sebelah barat Beijing menunjukkan jalan tanah yang menembus sebagian tembok menghadap lanskap pedesaan. Kondisi ini terjadi akibat ulah warga yang diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 38 tahun bermarga Zheng dan perempuan berusia 55 tahun bermarga Wang.

Menurut pemerintah Youyu, penangkapan tersebut dilakukan setelah laporan pelanggaran diterima pada 24 Agustus. Kedua tersangka ditahan dan menunggu tindakan hukum lebih lanjut.

Menurut laporan pemerintah, pasangan ini menginginkan rute yang lebih pendek untuk beberapa pekerjaan konstruksi yang dilakukan di kota-kota terdekat. Bagian tersebut terletak di provinsi Shanxi di ujung barat tembok, yang sebagian dibangun 2.000 tahun lalu. Tempat tersebut relatif terpelihara dengan baik dan memiliki nilai pelestarian dan penelitian yang penting.

Cina sangat bangga dengan sistem menara dan dinding penghubung yang cukup lebar untuk dilalui kereta yang membentang sekitar 8.850 kilometer. Tembok ini  dibangun terutama pada masa Dinasti Ming yang berlangsung hingga 1644.

Pada tahun itu, suku Manchu dari utara berhasil mengatasi pertahanan Cina dan mengambil alih kekaisaran sebagai dinasti Qing. Tembok tersebut kemudian ditinggalkan dan dijarah untuk dijadikan batu bata dan batu oleh penduduk desa setempat. Tembok ini kemudian dihidupkan kembali oleh pemerintah Komunis sebagai simbol patriotisme, mobilisasi massa, dan perlawanan terhadap tekanan luar.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement