Sabtu 09 Sep 2023 21:17 WIB

Modi Gunakan Nama Bharat untuk Ganti India di G20

Nama Bharat digunakan oleh Modi.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Muhammad Hafil
Narendra Modi
Foto: EPA-EFE/INDIAN PRESS INFORMATION
Narendra Modi

REPUBLIKA.CO.ID,NEW DELHI -- Plakat Perdana Menteri Narendra Modi pada pembukaan KTT G20  menyebut India sebagai "Bharat". Penggunaan kata itu meningkatkan spekulasi tentang perubahan nama negara Asia Selatan tersebut.

India juga disebut Bharat, Bharata, Hindustan  dalam bahasa-bahasa India yang digunakan dalam masa pra-kolonialnya. Nama tersebut digunakan secara bergantian oleh masyarakat dan secara resmi.

Baca Juga

Meskipun negara ini secara tradisional selalu menggunakan India dalam sebutan seperti presiden atau perdana menteri saat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, Presiden Droupadi Murmu awal pekan ini menyebut dirinya sebagai "Presiden Bharat". Jabatan itu tercantum dalam undangan makan malam untuk resepsi para pemimpin G20, sehingga memicu kontroversi.

Saat Modi menyatakan KTT di New Delhi dibuka pada Sabtu (9/9/2023), dia duduk di belakang papan nama bertuliskan "Bharat". Sedangkan logo G20 memiliki kedua nama tersebut, "Bharat" ditulis dalam bahasa Hindi dan "India" dalam bahasa Inggris. Padahal plakat semacam itu pernah menggunakan kata "India" di masa lalu.

Berbicara dalam bahasa Hindi, bahasa yang digunakan oleh mayoritas penduduk India, Modi mengatakan, Bharat menyambut para delegasi sebagai Presiden G20. Selain itu, New Delhi sebagai tuan rumah bagi para pemimpin negara-negara di sebuah pusat konvensi baru berbentuk keong senilai 300 juta dolar AS yang disebut Bharat Mandapam, di seberang benteng batu abad ke-16.

Meskipun beberapa pendukung nama Bharat mengatakan "India" diberikan oleh penjajah Inggris, para sejarawan mengatakan, bahwa nama tersebut sudah ada sejak berabad-abad sebelum pemerintahan kolonial. Induk ideologis dari Partai Bhartiya Janata (BJP) yang berkuasa Rashtriya Swayamsevak Sangh selalu bersikeras menyebut negara itu Bharat.

Oposisi pemerintahan mengatakan, perubahan tersebut dipaksa karena aliansi oposisi baru yang dibentuk oleh 28 partai pada Juli untuk menghadapi BJP dalam pemilihan parlemen tahun depan. Aliansi ini disebut INDIA atau Indian National Developmental Inclusive Alliance. 

Sumber:

https://www.reuters.com/world/india/modi-uses-bharat-g20-nameplate-not-india-amid-name-change-row-2023-09-09/

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement