Selasa 12 Sep 2023 18:05 WIB

Tolak Ramalan Barat, Cina Tegaskan Kondisi Ekonominya Tahan Banting

Cina yakinekonominya tahan banting dan tak akan runtuh

Rep: Amri Amrullah / Red: Esthi Maharani
Seorang penjaga keamanan berdiri di dekat patung bendera Partai Komunis China di Museum Partai Komunis China pada 26 Mei 2022 di Beijing. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan mengatakan drone tempur baru Cina yang media Cina sebut bisa membawa senjata berat terbang mengitari Taiwan.
Foto: AP Photo/Ng Han Guan
Seorang penjaga keamanan berdiri di dekat patung bendera Partai Komunis China di Museum Partai Komunis China pada 26 Mei 2022 di Beijing. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan mengatakan drone tempur baru Cina yang media Cina sebut bisa membawa senjata berat terbang mengitari Taiwan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING --- Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan pada Selasa, (12/9/2023), bahwa perekonomian negaranya tahan banting dan tidak akan runtuh. Hal itu disampaikan untuk menolak klaim-klaim dari analis dan ekonom Barat bahwa ekonomi negara tirai bambu ini sedang goyah dan dapat menyebabkan masalah yang lebih luas.

"Tampaknya akan ada berbagai teori tentang keruntuhan Cina sesekali," kata Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, dalam sebuah konferensi pers rutin.

Pernyataan itu sebagai bantahan dari para pejabat dari beberapa negara termasuk Australia dan Amerika Serikat. Pejabat dan ekonom Barat telah secara terbuka menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini.

Presiden AS Joe Biden menyebut situasi ekonomi Cina sebagai krisis, sementara Menteri Keuangan  Australia Jim Chalmers mengatakan perlambatan ekonomi Cina dapat membebani ekonomi Australia.

"Faktanya adalah bahwa ekonomi Tiongkok tidak runtuh," tambah Mao, tanpa menyebut nama Biden atau Chalmers.

Mao mengatakan ekonomi Cina memiliki potensi yang besar dan bahwa dasar-dasar perbaikan jangka panjang tidak berubah. "Kami percaya diri dan mampu mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan sehat," ujar Mao menambahkan.

Pemulihan ekonomi Cina setelah pembatasan Covid-19 yang keras selama tiga tahun, diakui memang telah kehilangan momentum. Namun segera bangkit setelah awal yang baik di kuartal pertama, walau dicengkeram oleh lemahnya belanja konsumen dan penurunan properti yang semakin dalam.

Analis yang disurvei oleh Reuters mengatakan ekonomi Cina akan tumbuh 5,0 persen tahun ini, lebih rendah dari 5,5 persen yang diperkirakan dalam survei bulan Juli 2023.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement