Selasa 12 Sep 2023 19:50 WIB

Sengaja Tabrak Keluarga Muslim Kanada dengan Truk, Pelaku Jalani Sidang Perdana Terorisme

Aksi ini dinyatakan bermotif terorisme yang terkait dengan supremasi kulit putih.

Prosesi pemakaman keluarga Afzaal di Islamic Centre of Southwest Ontario, London, Ontario, Kanada.
Foto: REUTERS/Carlos Osorio
Prosesi pemakaman keluarga Afzaal di Islamic Centre of Southwest Ontario, London, Ontario, Kanada.

REPUBLIKA.CO.ID, ONTARIO – Kasus pembunuhan terhadap satu keluarga Muslim di Kanada mulai disidangkan, Senin (11/9/2023). Pelaku, Natthaniel Veltmen (22) telah merencanakan serangan pada 2021 itu selama berbulan-bulan, menewaskan empat anggota keluarga Afzaal.

Veltman, yang mengenakan setelan hitam berkerut yang berukuran terlalu besar dan kaus putih, duduk diam di ruang sidang. Namun, tangannya terlihat gemetar saat ia mencoba menuangkan air ke dalam cangkir kertas di kursinya. 

Baca Juga

Lalu, pengacaranya, Peter Ketcheson mengambil teko air tersebut dan mengisikan cangkir kliennya dengan air minum. 

Jaksa federal Sarah Shaikh dalam pembukaan persidangan perdana mengungkapkan, Veltman melakukan kejahatan itu terinspirasi paham nasionalisme kulit putih. Ia sengaja menabrakkan truk yang dikendarainya ke arah keluarga Muslim.

‘’Veltman, merencanakan serangan itu selama tiga bulan sebelum akhirnya menabrakkan truk Dodge Ram miliknya secara langsung ke keluarga Muslim tersebut,’’ ungkap Shaikh. Veltman menabrak lima anggota keluarga Afzaal.

Peristiwa terjadi saat mereka berjalan di London, Ontario pada malam hari, 6 Juni 2021. Salman Afzaal (46), istrinya Madiha Salman (44), anak perempuan mereka Yumna (15), dan Talal Afzaal (74) sang nenek kehilangan nyawa dalam serangan itu. 

Sedangkan anak laki-laki mereka yang berusia sembilan tahun mengalami luka serius. Beruntung nyawanya terselamatkan. Veltman menyatakan tidak bersalah atas kasus pembunuhan tingkat pertama tersebut. 

Aksi ini dinyatakan bermotif terorisme yang terkait dengan supremasi kulit putih, yang untuk pertama kalinya disidangkan dalam pengadilan di Kanada. Shaikh menambahkan, Veltman menggunakan truk yang baru dibelinya selama dua pekan untuk melakukan kejahatan itu. 

‘’Pedal diinjak, kendaraan melaju menembus debu, mengantam para korban,’’ ujar Shaikh. Setelah ditangkap, Veltman mengakui kepada para detektif tujuannya adalah politis. Ia keluar rumah pada hari penyerangan, mencari Muslim untuk dibunuh. 

Selanjutnya bermunculan seruan...

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement