Rabu 20 Sep 2023 14:09 WIB

Indonesia Gelar Pertemuan Solidaritas Global untuk Perempuan Afghanistan di PBB

Persoalan politik mestinya tak cegah komunitas internasional membantu Afganistan

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Indonesia bersama Irlandia, Kanada, dan Women's Forum telah menggelar pertemuan High-Level Event on Global Solidarity with Afghan Women and Girls
Foto: EPA-EFE/BAY ISMOYO
Indonesia bersama Irlandia, Kanada, dan Women's Forum telah menggelar pertemuan High-Level Event on Global Solidarity with Afghan Women and Girls

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Indonesia bersama Irlandia, Kanada, dan Women's Forum telah menggelar pertemuan High-Level Event on Global Solidarity with Afghan Women and Girls, Selasa (19/9/2023). Ia merupakan acara sampingan atau side event dalam rangkaian sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS). 

Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri RI Retno  Marsudi menyerukan agar persoalan politik tidak mencegah komunitas internasional untuk membantu masyarakat Afghanistan, khususnya kaum perempuan dan anak-anak perempuan. “Kita semua berada di sini untuk satu tujuan, yaitu untuk menunjukkan solidaritas kita untuk perempuan dan anak-anak perempuan Afghanistan. Solidaritas artinya empati dan dukungan nyata,” kata Retno pada awal pidatonya dalam , seperti dikutip dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga

Menlu kemudian menyampaikan bahwa situasi perempuan dan anak-anak perempuan di Afghanistan sudah sangat mengkhawatirkan. “Apakah kita akan membiarkan politik menghalangi kita untuk membantu Afghanistan? Atau kita akan ulurkan tangan, bagaimanapun kondisi politik yang ada?” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Indonesia meyakini opsi kedua merupakan pilihan lebih tepat.

"Politik jangan sampai menghalangi solidaritas kita untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran di Afghanistan. Karena di atas politik, masih ada kemanusiaan," kata Menlu. 

Oleh sebab itu, Retno menambahkan, Indonesia berkontribusi bagi Afghanistan dalam tiga hal. Pertama, bantuan kemanusiaan, yakni dalam bentuk pengiriman 10 juta dosis vaksin polio ke Afghanistan. Pengiriman vaksin dilakukan bekerja sama dengan UNICEF.

Kedua, berbagi pengalaman dengan para ulama Afghanistan. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia berbagi pengalaman dengan para ulama Afghanistan mengenai pentingnya pendidikan untuk perempuan. Salah satunya melalui program kunjungan ulama ke Afghanistan yang diselenggarakan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Ketiga, menyediakan pendidikan dan pelatihan untuk perempuan. Tahun lalu, Indonesia dan Qatar menyelenggarakan International Conference on Afghan Women’s Education (ICAWE) di Bali. Konferensi kedua diagendakan digelar November mendatang.

HAM di Afganistan berada dalam kondisi terpuruk....

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement